Cari Penyakit

1562 Kata

"Siapa, Mas?" tanyaku santai sembari menggulung rambut ke atas dan menjepitnya. Namun, kedua tangan ini terhenti sesaat di udara, lalu akhirnya turun perlahan. Di depan pintu, Mas Bagas sedang berhadapan dengan Tante Ririn. Drama ini belum berakhir. "Meisya." Tante Ririn menyebut namaku lirih dengan mata yang sudah sembab. "Kedatangan Tante malam-malam begini sudah mengganggu istirahat kami." "Iya, Bagas. Tante tahu. Tante minta maaf, tapi ini urgent," ujarnya dengan mata kembali berkaca-kaca. "Maaf, Tante. Bertamu lain waktu saja. Kami lelah." Mas Bagas hendak menutup pintu, tapi aku menahannya. Membuat dia sontak menoleh, tapi aku menggeleng pelan, lalu menatap Tante Ririn. "Ada apa, Tante?" tanyaku lembut. "Meisya ...." Tante Ririn menggenggam satu tanganku. "Tante yakin kamu ora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN