Kucoba untuk melepas kedua tangannya, tapi gagal. Bukannya terlepas, pelukan itu justru semakin terasa erat. "Tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Kamu salah paham, Meisya. Apa yang kamu lihat di rumah sakit tadi tidak seperti apa yang kamu pikirkan." Aku menggeleng pelan. "Mas Bagas tidak perlu menjelaskan apa pun." "Aku dan Alisha tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya berteman. Aku ke sana hanya untuk memberinya semangat menjalani pengobatan. Aku kasihan." "Tapi tidak kasihan padaku yang sudah seperti pengemis cinta?" Mas Bagas bungkam. "Sudahlah. Aku tidak akan marah. Akulah yang salah. Terlalu bodoh karena mencintaimu berlebihan. Padahal, semua akan diambil lagi suatu saat nanti. Entah itu oleh Tuhan atau wanita lain." "Meisya ...." Segera kulepaskan kedua ta

