"Meisya tidak ada ke sini. Dia juga belum menghubungi ibu sejak pagi. Kamu cari dia, kan?" Aku diam. "Ada apa?" tanyanya lembut seraya menyentuh lenganku. Kuhela napas panjang seraya mendongakkan wajah menatap langit yang mendung. "Meisya salah paham padaku, Bu. Dia marah. Sudah kucari ke apartemen, tapi tidak ada." "Salah paham kenapa? Bisa kamu ceritakan pada ibu? Ibu tidak akan ikut campur, tapi ibu akan memberikan nasehat yang sekiranya bisa membantu hubungan kalian membaik lagi. Kenapa?" Aku terdiam sejenak, lalu menceritakan semua yang terjadi di antara kami. Mulai dari perasaan diam-diamku untuk Alisha dulu, sampai akhirnya terjadi kesalahpahaman ini. Selama aku bercerita panjang lebar, Ibu tak sekalipun menyela. Menyimak dengan baik semua curhatan meski sesekali terlihat meng

