"Aisya Papa pamit dulu pulang ke Jakarta, insyallah Papa akan sering main ke sini, sampai kapan pun kamu tetap anak Papa dan sampai kapanpun Papa menunggu maaf dari kamu!" Pamit Hendra bersama istrinya setelah berziarah ke makam Mila. Hendra berjanji akan sering mengunjungi Aisya meskipun Aisya tetap menolaknya. Aisya hanya menunduk diam membisu di samping Ardan, beberapa kali ia remas ujung jilbabnya untuk menghilangkan rasa yang berkecamuk di hatinya, menyadari hal itu Ardan menggenggam jemari Aisya erat berusaha memberi kekuatan pada istrinya, Ardan tersenyum sambil menanggapi Hendra dan Marissa yang duduk tepat dihadapannya. Hampir sejam tadi Ardan membujuk Aisya agar mau menemui papanya, meskipun tanpa memberi jawaban iya atau tidak Aisya mau turun bersama Ardan menuju ruang tamu.

