Ben yang saat itu sudah merasa penasaran dan tentu saja merasa sangat ingin tahu hasil dari kerja artikelnya tersebut langsung saja mencoba untuk tenang mengerti dengan apa yang Ster katakan padanya saat itu, karena meskipun sekarang Ben merasa sangat penasaran sampai tak sabar Ben tak bisa melakukan apapun, yang bisa Ben lakukan hanya terus saja mengecek artikel yang dibuatnya apakah artikel yang Ben buat bisa kembali mengundang orang untuk membaca atau mungkin menyampaikan rasa simpati mereka dan membuat orang ingin membantu Ben memberantas permasalahan tersebut, hingga penganiayaan tersebut tak terjadi lagi.
"Oh ya guru sepertinya apa yang kau katakan memang benar sekarang aku lebih baik bersabar saja dulu, berharap semoga saja artikel yang sudah aku buat dan sudah berhasil mengundang beberapa simpatisan dari orang-orang sekitar bisa benar-benar membuat mereka ingin membantuku dalam menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan penganiayaan ini. Baiklah guru sepertinya ini sudah cukup larut malam, karena besok aku harus kembali kuliah sepertinya sekarang lebih baik aku pergi ke kamarku dan mencoba untuk beristirahat, terima kasih untuk minuman hangatnya guru itu sangat aku butuhkan," ujar Ben, lalu izin pergi ke kamarnya untuk langsung beristirahat agar esok hari Ben bisa bangun diwaktu yang tepat untuk kembali ke kampus.
"Ya baiklah jika seperti itu Ben, silahkan. Sama-sama, kau tak usah merasa canggung denganku Ben, jika lain kali kau memiliki sebuah pertanyaan atau memiliki sebuah masalah kau jangan menyimpan itu sendirian Ben, tapi ceritakanlah padaku agar aku bisa membuatmu mungkin saja lebih lega daripada kau menyimpannya sendirian yang akan membuat hati dan pikiranmu terbebani," ujar Ster.
"Oh ya baiklah guru, aku benar-benar merasa sangat bersyukur jika kau menyarankan hal seperti itu, terima kasih guru lain kali aku akan melakukan apa yang kau sarankan kepadaku guru. Selamat malam," jawab Ben.
"Ya bagus Ben, itulah yang harus kau lakukan. Selamat malam," jawab Ster.
Ben pun saat itu langsung saja pergi meninggalkan Ster di balkon perguruan tersebut, izin untuk pergi ke kamarnya terlebih dahulu karena dirinya yang bicara ingin beristirahat duluan malam itu, tapi ketika Ben sudah sampai di kamarnya, Ben tidak langsung melakukan apa yang Ben ingin lakukan tadi, tapi Ben malah kembali memikirkan mengenai perkataannya kepada Seena yang sepertinya dia baru sadari sekarang kurang tepat sehingga mungkin saja membuat Seena merasa tersinggung bahkan marah kepada Ben hingga yang Seena rasakan tadi tentu saja kesal.
"Maaf Seena jika aku memang salah atau kurang tepat dalam menjawab pertanyaan mu tadi, tapi aku benar-benar hanya menjawab perkataanmu dengan sebisa yang ada dalam pikiranku Seena. Tapi sekarang sepertinya aku salah dengan perkataan ku, aku sepertinya benar-benar harus minta maaf kepadamu. Akan aku lakukan itu besok ketika bertemu denganmu Seena," ujar Ben.
Ben pun saat itu dengan perasaannya yang masih saja merasakan hal yang tak enak karena baru sadar jika sepertinya perkataan Ben kurang benar, langsung saja mencoba untuk tidur perlahan menutup matanya dengan sebuah alarm yang ada di ponselnya yang Ben sudah siapkan berdering keesokan harinya.
"Kringggg," suara alarm dari ponsel Ben berbunyi dengan cukup keras hingga membangunkan Ben.
"Wow cepat sekali? sekarang sudah kembali pagi? sebaiknya aku langsung saja bersiap untuk kembali pergi ke kampus, agar aku bisa belajar kembali," ujar Ben, sambil beranjak dari tidurnya. "wow tapi tunggu sebentar sepertinya ada sesuatu yang ingin aku lakukan selain belajar kembali, dan hal tersebut adalah aku yang ingin melihat bagaimana keadaan di jalan kemarin, dimana aku melihat ada penganiayaan yang terjadi kemarin pagi. Semoga saja sekarang karena banyak yang sudah melihat artikelku kejadian tersebut tak kembali terjadi karena ada orang-orang yang sadar jika hal tersebut seharusnya tak terjadi sehingga mereka mencoba untuk melerai dan mencegah penganiayaan itu terjadi lagi. Ya ayo Ben, sudah ada sesuatu yang menunggumu diluar sana," ujar Ben, dengan cepat mencoba pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Secepat kilat saat itu Ben langsung bisa membersihkan dirinya dengan pakaiannya yang sudah rapi ingin kembali pergi ke kampusnya, sambil melihat tujuan utamanya yaitu melihat ke jalan kemarin yang ada sebuah tragedi penganiayaan, berharap kejadian tersebut tak kembali terjadi karena ada orang-orang yang mencoba menghentikan penganiayaan tersebut saat ini.
"Guru aku berangkat dulu, aku akan kembali melakukan latihan ketika aku sudah pulang dari kampusku," ujar Ben, ketika melewati Ster yang saat itu sedang melakukan pemanasan diluar rumah.
"Ya baik Ben, berhati-hatilah dan jangan sampai kau salah dalam melakukan apapun," jawab Ster.
Tak lama setelah itu benpun langsung saja pergi menuju ke kampusnya dengan berjalan kaki, tentu Saja. Tapi karena tak sabar saat itu Ben pergi ke kampusnya dengan berlari karena begitu sangat tak sabar ingin melihat keadaan di jalan yang kemarin Ben melihat penganiayaan tersebut, begitu sangat berharap penganiayaan itu bisa lenyap tanpa harus terjadi lagi.
"Aku tiba-tiba merasa senang dan bersemangat sekali, mungkinkan ini adalah sebuah tanda jika kebahagiaan akan aku dapatkan? semoga saja apa yang aku pikiran benar," ujar Ben, dengan wajahnya yang bersemangat langsung saja berlari kembali ke jalan kemarin dirinya melihat tragedi penganiayaan.
Dan karena jarak tempuh Ben yang sudah cukup jauh, bersama dengan jalan tersebut yang berada tak terlalu jauh dari dari perguruan Ben, pada akhirnya Ben pun bisa sampai di jalan tersebut dengan keadaan yang cukup ramai di datangi orang. Mereka semua saat itu seperti orang biasa saja bukan seperti orang yang sedang mencari atau menunggu siapapun, dan kebetulan tempat tersebut memiliki sebuah trotoar yang cukup lebar, dan di pinggirnya disediakan tempat duduk yang nyaman dan sebuah pot tanaman besar yang terbuat dari tembok, bersama dengan bunganya orang-orang yang ada di sana pun begitu menikmati hal tersebut bahkan ada juga orang yang sambil menghangatkan tubuh mereka dengan berjemur.
"Cukup banyak orang disini sekarang, apa diantara mereka ini ada orang yang berkunjung ke artikel yang aku buat kemarin? dan mereka datang kemari karena ingin mencegah kembali terjadinya penganiayaan? jika apa yang aku pikirkan benar, tentu saja ini benar sangat bagus. Aku benar-benar berhasil membuat tragedi penganiayaan itu kembali terjadi dengan aksiku yang ada dibelakang layar hehe," ujar Ben, dalam hatinya sambil tersenyum.
Tapi meskipun begitu Ben saat itu tak langsung benar-benar merasa puas dan benar yakin dengan apa yang di pikirkannya saat itu sampai pada akhirnya Ben pun langsung saja ke coba untuk mencari tahu, tanpa ada yang menyadari jika mereka semua sedang Ben intai dan cari informasi mengenai apa yang mereka lakukan di jalan tersebut.
"Mungkin aku bisa menghampiri mereka berdua diam-diam dan mencoba mendengarkan perbincangan mereka, mungkin saja mereka sedang berbincang mengenai tujuan mereka datang kemari yang bisa membuatku tahu apa yang sebenarnya mereka sedang pikirkan dan lakukan," ujar Ben, sambil.perlahan jadi berjalan kearah dua orang yang sedang berbincang tadi.
Dan ketika Ben sudah dekat dengan dua orang yang saat itu sedang berbincang di dekat dengan pot besar yang terbuat dari tembok itu, Ben pura-pura mengeluarkan buku dari tasnya dan mencoba untuk pura-pura juga meneliti mengenai sebuah bunga yang ada di dekat mereka saat itu, padahal tujuan utama Ben adalah mengetahui apa yang sedang mereka katakan saat itu. hingga pada akhirnya, Ben pun tentu saja melakukan rencana yang sudah dirinya pikirkan.
Ketika Ben mencoba mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan saat itu Ben pun awalnya memang tak bisa mendengarkannya karena mereka tiba-tiba berhenti bicara.
"Kenapa mereka berhenti bicara? apakah mereka merasa curiga kepadaku yang saat ini sebenarnya memang sedang berpura-pura meneliti bunga ini? apa yang harus aku lakukan?" tanya Ben dalam hatinya.
Dan merekapun saat itu memang berhenti bicara bahkan melihat ke arah Ben yang saat itu sedang mencoba untuk memotret tumbuhan yang ada di pot besar tersebut, sehingga hal tersebut tentu saja membuat Ben gugup ketika dilirik mereka tapi meskipun begitu Ben tentu saja mencoba untuk tetap tenang tak memperlihatkan jika sebenarnya Ben merasa gugup dan cemas kedua orang tersebut akan berpikir buruk mengenai Ben. Tapi beruntung saat itu mereka hanya melihat saja ke arah Ben dan kembali langsung mengalihkan perhatian mereka, lalu kembali melanjutkan pembicaraan yang mereka sudah bicarakan tadi, dan bagusnya saat itu ternyata mereka berdua benar-benar membicarakan mengenai sebuah artikel yang mereka lihat di internet kemarin malam, yang dibuat oleh Ben.
"Ternyata mereka memang salah dua orang yang kemarin melihat artikelku di internet, syukurlah sepertinya orang yang kemarin memang melihat artikelku memang bersimpati datang kemari dan tentu saja sepertinya untuk menghentikan penganiayaan tersebut. Aku harus mencoba untuk kembali mendengarkan perbincangan mereka agar aku benar-benar yakin apa tujuan mereka kemari," ujar Ben, dalam hatinya sambil terus saja berpura-pura mencari angel yang baik ketika memotret bunga tersebut sambil mencoba mendengarkan perbincangan mereka berdua.
Setelah beberapa saat mendengarkan perbincangan mereka Ben pun benar-benar merasa senang dengan apa yang mereka katakan mengenai tujuan mereka datang ke jalan tersebut dimana artikel Ben menceritakan mengenai kejadian buruk yang ada di jalan tersebut, bahkan ketika Ben terus saja mencoba mendengarkan perbincangan mereka merekapun benar-benar mengatakan tujuan mereka datang ke jalan tersebut yang memang sedang mencoba untuk mencari kebenaran mengenai kejadian penganiayaan yang ada di artikel malam tadi, dan jika memang ada mereka akan mencoba menghentikan penganiayaan tersebut dengan memberikan pengertian kepada pelaku penganiayaan kepada salah seorang di jalan itu, hingga pelaku bisa menghentikan perilaku jahatnya.
"Sepertinya apa yang aku dengar sudah cukup membuatku puas dan membuatku juga yakin jika mereka berdua datang kemari untuk tujuan baik. Sebaiknya aku pergi sekarang daripada aku terlambat ke kampus, semoga saja mereka bisa dengan mudah dan lancar melakukan tujuan mereka yang baik, tapi menurutku mereka tidak akan mudah melakukan tujuan baik mereka, karena jika kondisi di jalanan ini rame seperti ini, orang-orang yang melakukan penganiayaan disini kemarin tentu saja tak akan berani muncul dan melakukan kembali penganiayaan tersebut. Ah sudahlah, aku hanya berharap semoga mereka bisa lancar dalam melakukan tujuan baik mereka," ujar Ben, saat itu langsung saja menyimpan ponselnya ke dalam tasnya untuk kembali lanjut berangkat ke kampusnya.
Di jalan menuju ke kampusnya saat itu Ben berlari dengan perasaan senang karena dirinya yang berpikir jika usahanya dalam menolong orang yang mengalami penganiayaan bisa dirinya lakukan meskipun mereka hanya ada di balik layar, tak langsung mencoba mengatasi hal tersebut sendirian, tapi dengan artikel yang dirinya buat bisa menyebarkan dan memberitahu mengenai hal buruk yang terjadi di jalan tersebut sehingga mengundang simpati orang lain yang akan mencoba menghentikan penganiayaan yang kerap terjadi di tempat tersebut. Sampai ketika sudah berlari dengan cepat pada akhirnya Ben pun bisa sampai di kampusnya tepat waktu.
"Untung saja aku bisa sampai di kampus tempat waktu disaat jam mata kuliahku, lebih baik aku secepatnya mencari dimana dosenku mengajar agar aku juga tak terlambat mengikuti mata pelajarannya," ujar Ben.
Tapi ketika Ben baru saja berjalan kembali sebentar Ben tiba-tiba dikagetkan oleh suara klakson mobil yang ada dibelakangnya, dan ternyata mobil tersebut berasal dari dosen yang harusnya mengajar kelasnya saat itu, hal tersebutpun tentu saja membuat Ben merasa lega karena ternyata selain dirinya datang tepat waktu ke kampus, Ben pun tak akan sampai ketinggalan pelajaran mata kuliah karena dosennya yang juga baru saja datang. Melihat hal tersebut tentu saja saat itu Ben langsung saja berjalan santai ke area tengah kampusnya menunggu saja dosennya masuk ke dalam ruangan untuk mengajar.
"Sepertinya karena aku sampai di kampus dengan waktu yang pas-pasan dan dosen yang akan mengajar mata kuliah ku juga sudah datang, aku tak bisa melakukan hal lain dulu termasuk untuk mencari Seena untuk meminta maaf padanya. Tak apa-apa mungkin hari ini kita ada kelas bareng jadi aku bisa melihat dan langsung meminta maaf kepadanya saat kita memiliki mata kuliah yang sama yang tentu saja akan membuat kita ada di satu ruangan," ujar Ben.
Ketika Ben berpikir seperti itu Ben pun melihat dosennya yang masuk ke dalam salah satu ruangan, tanpa harus diberitahu atau di panggil tentu saja orang yang merasa memiliki jadwal diajar oleh dosen tersebut langsung saja masuk ke dalam ruangan yang ditempati dosen tersebut, termasuk Ben. Ketika Ben sedang mencoba fokus untuk mengikuti mata kuliah saat itu, entah kenapa Ben tak bisa melakukan fokus yang dirinya inginkan seperti biasanya, dan yang dirinya rasakan sekarang terus saja tak enak bahkan ingat saja terus kepada Seena.
"Apa aku benar-benar merasa sangat bersalah sehingga aku sekarang tak bisa fokus? meskipun aku sudah berusaha untuk fokus, dan sudah memiliki rencana untuk meminta maaf kepada Seena nanti?" ujar Ben.
Tapi Ben sat itu melakukan kesalahan karena Ben yang melamun akibat memikirkan mengenai Seena, Ben terkena peringatan oleh dosennya sampai dilempar menggunakan sebuah pulpen yang membuat Ben sadar dari lamunannya, dengan peringatan dan lemparan tersebut. Ben yang saat.iru sadar dari lamunannya langsung mendapatkan peringatan bahkan dosen yang sedang mengajar di kelasnya saat itu mengatakan agar Ben keluar sana jika dia hanya akan melamun hari ini, mendengar peringatan tersebut Ben pun langsung saja meminta maaf dan mencoba untuk fokus kepada pelajaran yang sedang dirinya lakukan saat ini.