"Aww!" Rissa tersungkur memekik kesakitan, memegangi sudut bibir yang mengeluarkan darah. "Kau memang harus dididik dengan tegas!" geramku dengan nafas terengah-engah. Sorot Rissa yang meremehkanku, membuat kemurkaan semakin menguasai otak. Tanpa sadar kaki melayang kearahnya. "Aaargh!" Rissa kembali memekik lebih keras saat tendangan mendarat tepat mengenai perutnya. "Uhuk-uhuk ..." darah segar berhamburan dari mulutnya, Rissa meringis kesakitan. Mampus kau, sia-lan! Bisa aku lihat tubuh Rissa bergetar hebat, memandangku ketakutan. Rasakan itu istri durjana. Setelah ini aku yakin Rissa akan mematuhi ucapanku. "Ya Alloh, Mbak Rissa!" "Astagfirulloh ...." Baru saja kaki melangkah ingin kembali menendang wajahnya, Pak Rt memegangi tanganku, menahan gerakanku. "Sabar, Pak sabar. J

