bagian 14 - Harus Dididik.

1475 Kata

Suara grasa-grusu mengusik mimpi, berkali aku mengubah posisi tidur agar terasa nyaman. Samar aku dengar suara Hella meminta maaf, juga suara Ibu yang terdengar ketus ditelinga. "Pergi, jangan sentuh apapun. Bikin kotor saja!" "Buk, sudah ... masih pagi lho. Tidak baik marah-maran." suara Bapak ikut terdengar juga. "Lagian bikin emosi saja. Pagi-pagi sudah bikin kesal. Sanah pergi, kemasi barang-barangmu. Aku tidak mau menampung kotoran dirumah ini!" "Ma--af." Jantung berdegup kencang, aku langsung terlonjak saat mendengar bantingan pintu dengan keras. Ya Tuhan ... ini bukan mimpi. Aku pikir aku sedang dialam bawah sadar. "Sudah, Bu. Kamu itu pagi-pagi nyari masalah saja!" "Bapak diam. Ibu paling muak sama perempuan penggoda suami orang!" Ibu menuding wajah Bapak dengan geram. "B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN