Aiden seperti diberikan penolakan kasar oleh Ayya setelah mendengar suara pria dari ponsel istrinya. Tanpa diminta, ia perlahan manjauhkan ponsel dari telinganya. “Halo?” Suara Ayya sudah terdengar. Aiden masih tidak menjawab. “Mas? Halo, Mas?” Aiden mendengkus geli pada dirinya sendiri. Kenapa seperti merajuk sekarang? Ia harus gentle untuk memutuskan hubungan mereka. “Ayya?” panggil Aiden. Jakunnya naik-turun ketika ia merasa berat ingin mengatakan sebuah pertanyaan. “Kamu sudah punya pacar, ya?” “Pacar apa?” Ayya terdiam sedetik, kemudian berseru, “Ish, itu Mas Nata, suaminya Megan. Jangan bilang-bilang pacar! Aku bisa disambel sama Megan kalau dia denger!” “Kenapa dia tidak sopan sekali, sampai angkat telepon kamu sembarangan?” Aiden berujar kesal, melampiaskan kekesalannya

