A I D E N - 03

1430 Kata

Tidak ada alarm, tidak ada pengganggu. Keduanya masih terlelap meski sudah jam 7 pagi. Ayya yang bahkan terbiasa bangun pagi, juga tampak tidak terusik dalam pelukan Aiden. “Ayya, kamu belum bangun, Nak?” Suara Ibunya bahkan tidak bisa menyadarkan keduanya yang terlampau lelah setelah kemarin. “Ayya?” panggil ibunya lagi, karena pintu kamarnya terkunci, yang bukan kebiasaan Ayya sama sekali. “Ayya? Kamu baik-baik aja, Nak?” “Bu, tidak usah dibangunin.” Bapak menepuk pundak istrinya dua kali. “Dia sama suaminya.” “Loh? Kok Bapak tau?” tanya Ibu. “Bapak biarin mereka berduaan begitu? Kan mau dipisahin.” Aiden mulai terganggu. Ia sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat sekitar. Kembali diam saat menyadari ada seseorang dalam pelukannya. Aiden tersenyum, dan hanya memperbaiki posisi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN