BAB 27 : Memutus Harapan

1649 Kata

“Sial, Ayya! Kamu pasti sudah mengapa-apakan makanan saya, kan? Kamu harus tanggung jawab!” Eh, dia ngejar pake lari. Aku panik, ikutan lari. “IBU!” Di ruang tengah, outer-ku berhasil Mas Aiden raih. Dengan mudah, ia menggaet pinggangku dalam lingkaran tangannya. Aku tidak bisa tidak takut sekarang. Pertama, kesempatan kali ini kemungkinan sulit didapat di lain waktu. Kedua, aku terlalu banyak menambahkan dosis tadi. Bagaimana jika Mas Aiden .... Aku tidak bisa membayangkannya. Meski sedang panik-paniknya, aku tetap berusaha menampilkan wajah santai sambil menjauhkan wajah dari jangkauannya. “Kamu harus pergi, kan? Aku nggak marah kali ini. Aku nggak bakalan diemin kamu kalau kamu mau ngelepas aku sekarang. Aku ngantuk, mau tidur.” “Kamu panik? Saya semakin yakin kamu menambahka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN