Perjalanan dari kost Khanza sebenarnya tidak jauh. Hanya beberapa langkah saja. Namun, saat ini bagi Annisa kakinya lambat sekali melangkah. Jaraknya terasa jauh. Annisa mengingat semua yang diceritakan oleh Khanza tadi. Dia tidak menyangka kalau dulu Khanza pernah berada diposisi paling sulit. Bahkan, Annisa sendiri tak bisa membayangkan bagaimana hidupnya kalau hal yang terjadi pada Khanza menimpa dirinya saat ini. Kemarin saat Shakeel mengatakan kalau kadar cintanya untuk Annisa sudah berkurang. Dengan susah payah wanita itu meyakinkan hatinya bahwa yang dikatakan Shakeel hanya omong kosong belaka. Sakit itu menusuk relung hati Annisa yang paling dalam. Namun, logikanya tak bekerja. Hatinya terlalu percaya bahwa Shakeel begitu mencintai sehingga apa pun yang dikatakan Shakeel tidak

