"Bagaimana kalau kita pulang ke kampung kamu. Rumahmu," kata Shakeel memberi usul. Annisa mengernyit. "Me–mengapa tidak ke tempatmu saja?" dia balik bertanya. "Tidak bisa! Nanti aku akan dihabisi oleh Ayahku," kata Shakeel bergidik ngeri. Tak terbayangkan olehnya saat pulang membawa Annisa yang tengah mengandung anaknya ke rumah orang tuanya. Apalagi Ayah Shakeel memiliki sikap tempramental pasti dan ibunya yang sedikit tidak mau ambil pusing. Sudah bisa dipastikan masalah mereka tidak akan selesai nantinya. Kasihan dengan Annisa kalau dibawa ke sana nanti. Bisa-bisa wanita itu akan jauh lebih tertekan daripada bersama Shakeel di kost-an kecil ini. "Lalu ayahku? Apa kamu tidak takut dengan ayahku?" tanya Annisa menaikkan kedua alisnya. Apa yang diucapkan Shakeel sungguh sulit dimeng

