"Apa kita cari cara lain saja, ya Nis?" tanya Shakeel pada Annisa tiba-tiba. Pria itu meletakkan piring yang sudah berisi nasi dan lauk pauknya ke lantai. Dia membenahi duduknya. Berusaha bicara serius dengan kekasihnya itu. Annisa yang saat itu baru akan menyuapkan satu sendok penuh makanan ke dalam mulutnya terpaksa haru menunda terlebih dulu. Nafasnya tercekat, jantungnya seolah mati tiba-tiba. Annisa benar-benar tak percaya kalau kekasihnya tega bicara seperti itu. "Ma–maksud kamu cara lain yang seperti apa?" tanya Annisa. Wanita itu bukannya tak mengerti hanya saja dia menolak untuk percaya dengan apa yang ada dipikirannya saat ini. Kegagalan yang kemarin saja sudah membuktikan bahwa bayi itu tak bisa digugurkan. Lalu Shakeel mau cara apalagi? Bukankah lebih baik sekarang menjal

