Pemain Pengganti

1019 Kata
Henry tanpa terkecuali juga melihat ke arah masuknya Stanson dan Edith. Ia tanpa sadar menjatuhkan gelas wine yang dipegangnya dan berjalan menuju arah Edith. "Madeline..." ucap Henry yang terus melihat Edith. "Kau mengenalnya sayang?" tanya Stanson menatap wajah cantik Edith. "Tidak," jawab Edith singkat lalu ia tersenyum menatap Stanson penuh cinta "Kau pasti Tuan Henry, perkenalkan namaku Stanson Army dan ini tunanganku Edith Lewis," ucap Stanson memperkenalkan diri. Para tamu berdesas desus, mereka yakin tidak salah mendengar nama Edith Lewis yang telah lama menghilang dan kini tiba-tiba muncul. Mereka juga yakin bahwa wanita tersebut benar Edith Lewis sebab memang Stanson tidak pernah membawa wanita manapun ke acara pesta kecuali Edith Lewis. "Heh... Edith Lewis?!" Henry tersenyum seolah itu adalah lelucon yang yangat lucu. "Kau pikir dapat membohongiku, wanita itu adalah Madeline wanita simpananku bukan Edith Lewis." Mendengar kata wanita simpanan, tubuh Edith tanpa sadar gemetar. Ia teringat kejadian menyedihkan yang menimpanya, Edith berusaha untuk tenang. Untung saja Stanson menyadari keanehan Edith dan langsung memeluknya. Setelah dirasakan Madeline kini telah tenang, Stanson melepas pelukannya dan memegang pinggang Edith sebagai tanda bahwa ia melindungi Edith. Edith yang kini tenang kini mengangkat kepalanya dan menatap tajam Henry. "Cih... Madeline?! Nama menyedihkan itu tidak cocok untukku. Aku Edith Lewis dari Kota R, aku tidak mengenalmu ataupun Madeline." Henry merasa hatinya sangat kacau saat melihat Edith yang kini menatapnya dengan tajam. Kini dalam tatapan itu tidak ada cinta seperti dahulu dan digantikan dengan tatapan benci. "Made.." Panggilan Henry terputus dengan kedatangan Catalina yang kembali dari ruang rias. Catalina melihat Stanson dan terkejut dengan kehadiran Edith. Melihat raut wajah Catalina, Edith lalu berkata dengan ketus dan tegas, "Beraninya kau menggunakan nama keluargaku. Putri angkat keluarga Lewis?!!! Aku baru tahu keluargaku mempunyai putri angkat. Kau pikir kau mampu menggantikanku dalam keluarga Lewis." Edith lalu meminta Simon masuk dan membawa sebah cermin besar ke hadapan Catalina. "Kau yang mengaku sebagai putri angkat keluargaku, ini kuhadiahkan cermin supaya kau dapat bercermin apakah kau sudah pantas menyandang nama Lewis," ejek Edith dengan suara lantang agar seluruh tamu mendengar perkataannya. Wajah Catalina pucat pasi dan ia melihat ke sekeliling aula dimana para tamu mulai mentertawakannya seperti seorang badut yang baru saja selesai melucu. "Edith... Kau salah paham. Bukan aku yang menganggap diriku sebagai putri angkat keluarga Lewis tetapi..." ucap Catalina yang berusaha membela diri. "Tetapi orangtuaku yang menganggapnya," potong Edith. "Jika memang orang tuaku lalu apakah sudah diumumkan oleh mereka? Apakah mereka hadir di acara ulang tahunmu? Jangan-jangan ini cuma angan-anganmu saja. Sebaiknya kau segera memeriksakan dirimu ke psikiater sebelum dirimu gila." Para tamu semakin tertawa kencang, Catalina lalu berdiri ke belakang Henry meminta pertolongan. Edith melepaskan diri dari pegangan Stanson dan berjalan ke arah Henry dan Catalina. Ia menarik Catalina dan menampar wajahnya dengan penuh tenaga. "Tamparan ini untuk kau yang telah lancang menggunakan nama keluargaku." Saat Edith ingin menampar kembali wajah Catalina, tangannya tiba-tiba ditahan oleh Henry. "Sudah cukup," ucap Henry. "Lepaskan tanganku, aku jijik disentuh olehmu. Aku takut tertular penyakit karena kau pasti sudah sering menyentuh tubuhnya." Edith yang kemudian berhasil lepas dari pegangan Henry langsung menampar Henry dan mengambil tissu basah yang diberikan Simon untuk membersihkan tangannya seolah Edith baru saja menyentuh sesuatu yang sangat kotor. Mata Henry memerah menahan amarah namun ia dikejutkan oleh perkataan Edith selanjutnya. "Tamparan itu untuk hal yang pernah dilakukan Catalina. Sebagai pria yang sangat mencintai dirinya, kuanggap wajar jika kau menggantikan dirinya untuk ditampar. Aku juga ingin mengumumkan bahwa bulan depan aku dan Stanson akan mengadakan pesta pertunangan kami di kota ini dan kalian semua diundang. Sekarang kami ingin pergi untuk melanjutkan kencan kami yang tertunda gara-gara pesta ini." Edith kembali ke pelukan Stanson, saat mereka ingin pergi Henry mengulurkan tangan untuk memberhentikan mereka. "Ada yang bisa dibantu Tuan Henry?" tanya Stanson menatap Henry dengan tatapan permusuhan. Ia bersiap meninju Henry apabila Henry mulai bersikap kurang ajar. "Madeline..." "Sudah kubilang aku Edith Lewis buka Madeline," ucap Edith marah. "Baik... Baik... Kau Edith," Henry kemudian mengalah dan berusaha berkata lembut. "Ikut aku kembali, jangan membuat lelucon seperti ini. Aku akan melupakan kejadian malam ini. Kau ingat kan selalu mengatakan bahwa kau hanya mencintaiku. Jika kau kembali, aku akan membuat pesta pertunangan untuk kita dengan meriah." "Kembali kemana?" tanya Edith. "Satu-satunya tempatku kembali hanya Stanson, tempatmu hanya cocok untuk wanita penipu itu. Kalian sama-sama sejenis." "Cukup Edith! Aku yakin kau masih mencintaiku. Waktu satu tahun bukan waktu sebentar untuk menghapus cintamu." Edith lantas tersenyum mendengar perkataan Henry yang percaya diri dan menambah rasa benci dalam diri Edith. Edith dengan aura ratunya berjalan perlahan di hadapan Henry tanpa melepaskan tatapan matanya. "Hahaha kau yakin aku mencintaimu? Kini ingatanku telah pulih dan aku sudah sadar siapa pria yang kucintai. Selama aku hilang ingatan, tanpa sadar aku menganggapmu adalah Stanson. Dan aku berterima kasih dengan tulus karena Tuan Henry bersedia menjadi bayangan tunangan tercintaku. Kini kami telah bersatu kembali jadi aku tidak membutuhkan kehadiran Tuan Henry sebagai pemaim cadangan." Tubuh Henry membeku, wajahnya terasa kaku, dan otaknya berusaha mencerna perkataan Edith. Kata 'bayangan' dan 'pemain cadangan' menusuk hati Henry, ia merasakan sakit hati yang luar biasa. "Apakah ini perasaan yang dirasakan Edith selama bersamanya?" pikir Henry. Saat tersadar dari lamunannya, ia melihat Stanson dan Edith masuk ke dalam mobil mereka. Untung saja Brandon sigap, ia telah membawa mobil Henry ke depan gedung. Edith dan Stanson meninggalkan acara pesta kembali ke rumah mereka. Sepanjang perjalanan, mereka tidak menyadari ada mobil yang diam-diam mengikuti mereka. "Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Stanson. "Catalina berusaha mendapatkan proyek pembangunan theme park. Aku akan pastikan wanita itu tidak akan mendapatkannya. Saat ini aku juga sudah mengumpulkan bukti kejahatannya terhadapku. Aku akan menghancurkannya dahulu sebelum mengirimnya ke penjara" jelas Edith. "Aku mendukungmu, aku pastikan Henry tidak menghalangi rencanamu. Lalu kau serius dengan rencanamu mengadakan pesta pertunangan di kota ini?" "Tentu saja, kau ingin membatalkan pertunangan kita? Tidak apa-apa jika kau ingin membatalkannya. Aku sadar kini aku sudah hancur, aku bukan Edith yang dulu," ucap Madeline yang kini menangis. Stanson yang tidak dapat Edith menangis menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak keberatan dan ia hanya khawatir terhadap kondisi kesehatan Edith, justru ia sangat beharap untuk segera mengadakan pesta pertunangan tersebut jauh sebelum Edith menghilang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN