Bab 32 : First Kiss

1032 Kata

Saat masih berbincang dengan kliennya, Ardika melihat Yuji masuk—menyapa beberapa rekan yang segera berdiri menyambutnya. Lelaki itu sempat meminta maaf karena datang terlambat, senyumnya dibuat sopan. Pandangan Ardika beralih pada Sanya dan seorang lelaki yang berdiri di sisinya. Rahang Ardika mengeras seketika. Wanita itu polos atau memang bodoh, gerutunya dalam hati, menahan diri agar tidak mengumpat di hadapan kliennya. Tanpa banyak pikir, ia memotong percakapan. “Maaf, saya permisi sebentar.” Ardika segera melangkah meninggalkan meja, mendekati Sanya membawanya pergi. Sementara Yuji yang sempat mengintrupsi kebersamaan itu makin tak tahan saja melihat si Ardika. Yuji tidak bisa lagi menahan dirinya. Ia memanggil Ardika dengan nada keras, tanpa embel Tuan seperti yang biasa ia g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN