Bab 31 : Pesan Misterius #2

1041 Kata

Sanya menatap pantulan dirinya yang terbalut gaun merah yang Ardika pilih untuknya. Not bad, but so gorgeous. Ia melangkah keluar dari ruang fitting mendapati Ardika berdiri membelakanginya, sibuk merapikan kerah jasnya. “Pak,” panggil Sanya pelan. Ardika berbalik. Gerakannya santai, tapi tatapannya langsung terpaku. Wajahnya tetap datar seperti biasa. “Ini yang Bapak pilih tadi,” ujar Sanya. “Bagus?” “Bagus… bajunya. Orangnya jelek,” jawab Ardika santai. “Cepat! Kamu masih harus makeup ‘kan?” Sanya menarik napas pendek. “Saya makeup seadanya saja ya, Pak. Nggak terlalu suka yang heboh. Pakai makeup saya sendiri aja. Tapi hair do, boleh? Nggak lama.” Ardika mengangguk, pandangannya tak lepas dari Sanya. Dari sofa, ia memperhatikan staf salon mengutak-atik rambut Sanya—dikruwel-kruwel.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN