Bab 29 : Dua Kubu Berbeda

1053 Kata

Sanya terus memberontak di dalam mobil, tubuhnya terpental ke kanan–kiri setiap kali ia mencoba melepaskan diri. Sapu tangan berkali-kali diarahkan ke wajahnya—aroma menyengat itu menusuk hidung—namun ia terus menggelak selama tenaga masih tersisa. “Sialan!” bentak seseorang. “Jaga bicaramu! Tuan akan sangat marah mendengarnya!” Meski tidak sepenuhnya bisa menutup mulut dan hidung Sanya, tapi cukup membuat napas wanita itu tersengal. Kesadarannya merosot sedikit demi sedikit. Syok berat membuat tubuhnya melemah. Bahkan suara keributan di sekitarnya pun samar terdengar. Hingga akhirnya Sanya tidak mampu melawan lagi. Tubuhnya terkulai, pasrah pada apa pun yang sedang terjadi. Sanya pun dibawa pergi. Panther terhenyak ketika Raven masuk sambil menggendong Sanya yang tak sadarkan diri.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN