Nur meremas jari jemari tangannya. Keringat dingin terus mengalir membasahi wajahnya yang sudah di lapisi make up. Ada rasa cemas dan gugup yang hingga di tubuhnya.
Hari itu sudah tiba. Hari dimana dia akan menjadi istri dari salah satu pengusaha tampan yang masih muda.
Nur sejak tadi mondar mandir di dalam kamar dengan perasaan tidak karuan. Apakah ini rasanya menikah?gugup,cemas khawatir dan semua perasaan menjadi satu.
"saya terima nikah dan kawinnya Nur Syifa Alfianingsih binti Fikri Albahari dengan maskawin tersebut dibayar tunai,"
Suara lantang dan tegas milik Alex terdengar sampai kamar Nur. Helaan nafas lega keluar dari bibirnya. Tapi itu belum cukup,masih ada rasa was-was dan cemas dihatinya. Karena Nur tau, kehidupan yang sesungguhnya akan dimulai ketika Alex menjawab saya terima nikah dan kawinnya, dan sekarang dunia Nur akan berubah. Dia sudah resmi milik Alex.
"nona,"panggilan itu membuat Nur tersentak kaget, karena sedari tadi dia terus memikirkan bagaimana kehidupan selanjutnya setelah statusnya berubah menjadi istri.
"ayo nona,tuan Alex dan yang lain sudah menunggu,"ajak pembantu itu.
Nur mengangguk. ia mengambil nafas berusaha menenangkan jantungnya yang berdebar kencang.
seorang gadis menuruni anak tangga menjadi pusat perhatian seluruh orang. Gadis cantik berhijab dengan gaun putih yang menyapu lantai membuat orang-orang terpana. Bagaimana tidak?Nur terlihat sangat cantik dan anggun. Wajahnya yang dihiasi make up terlihat menawan.
"cantik ya."
"Alex pasti betah di rumah terus,"
"mereka pasangan yang cocok,"
"oma Ratu memang gak main-main memilihkan calon istri buat Alex,"
semua orang berbisik-bisik memuji Nur dan Alex. Hal itu tentu saja membuat Alex muak. Apa kata mereka?Alex akan betah di rumah?cih, mana mungkin itu. Lelaki mana yang akan betah dirumah saat menikah dengan gadis yang tidak dicintai?tidak ada.
Nur sudah duduk disamping Alex dengan gugup. Mereka benar, dan Alex mengakui jika Nur terlihat sangat cantik. Tapi cantik saja tidak cukup untuk membuat Alex jatuh hati,karena hingga detik ini nama Celine lah yang terukir dihatinya.
Celine tersenyum perih melihat kekasihnya sudah milik gadis lain. Celine memang datang ke pernikahan Alex karena Ratu lah yang mengundangnya. Awalnya Celine menolak untuk datang,tapi rasa penasaran terus memaksanya untuk hadir. Ya dia penasaran. Penasaran apa benar Alex akan menikah dengan gadis lain dan melupakannya.
Sekarang Celine sudah tidak penasaran lagi. Dia sudah melihat sendiri jika Alex mengingkari janjinya dan menikah dengan orang lain. Di hari bahagia keduanya,Celine merasakan ada panah yang menancap dihatinya. sakit. Lagipula siapa yang tidak sakit melihat orang yang dicintai menikah dengan orang lain?
Buliran air bening menetes saat melihat Alex mencium kening gadis yang menjadi istrinya. Dadanya sesak, selama ini Alex mencium keningnya, tapi hari ini?buka. keningnya yang dicium melainkan dia.
"Selamat ya Alex,"
semua orang berdiri memberikan Selamat untuk sepasang pengantin baru. Celine masih diam duduk dibangkunya. Air matanya sudah menetes ribuan kali. Padahal hari ini keduanya memiliki janji untuk liburan berdua ke Paris. Tapi sekarang?Celine justru datang ke tempat dimana dia tidak akan pernah melupakannya.
"Selamat ya Alex,"Celine turut memberikan Selamat. Dia sudah berdiri didepan Alex dengan hati yang hancur.
"Celine aku.."Alex menjelang ucapannya, dia tidak mampu melanjutkan ucapannya saat melihat dua mata Celine yang terluka karena perbuatannya.
"aku masih sayang sama kamu Cel,"lirih Alex yang dapat didengar Nur dan Celine.
Nur tak mampu berkata-kata. Dihadapannya sekarang ada dua insan yang terluka karena pernikahan ini. Ada dua insan yang saling mencintai yang terpaksa harus berpisah karena hubungan yang tak pernah diharapkan ini.
"hei, kamu gak boleh ngomong gitu. Disini ada istri kamu,"jawab Celine. Bibirnya bergetar mengucapkan kata istri Alex.
alex melirik tajam Nur yang diam menunduk. Dia benci dengan gadis itu, dia benci dengan kata istri yang sudah diucapkan oleh gadisnya.
gadisnya?apa masih pantas Alex berkata demikian?apa masih boleh jika dia menganggap Celine miliknya?padahal jelas, Celine bukan miliknya. Sekarang yang menjadi miliknya adalah Nur,istri yang tidak diharapkan.
"jangan bilang begitu!!"pinta Alex tegas.
"kamu yang gak boleh bilang begitu,"sahut Celine.
"bagaimanapun kamu harus menjaga perasaan istri kamu,"sambung Celine. Dia berusaha menahan tangisnya yang ingin pecah.
"Celine,"tegur Alex garang.
"aku ikhlas lex. Makasih buat semuanya. Aku percaya sama kamu,kalau kamu bisa menjadi suami yang baik. Jaga Nur ya, karena sekarang dia adalah tulang rusukmu."ujar Celine,tetesan air mata sudah mulai membanjirinya.
Celine beralih menatap Nur, bibirnya tersenyum manis. "Nur, Selamat atas pernikahan kalian. Aku akan mendoakan yang terbaik buat kalian."
Nur terdiam beberapa detik. Dia sangat salut dengan ketegaran Celine. Meski hatinya hancur dia tetap memaksakan tersenyum dan berdoa yang terbaik untuknya dan suaminya. Pantas Alex begitu menyukai Celine. Celine adalah wanita kuat dan baik.
"maaf.."lirih Nur merasa bersalah.
"gak perlu. Mungkin ini cara Tuhan buat ngasih tau aku kalo aku bukan jodoh Alex, tapi kamu yang menjadi jodohnya."jawab Celine.
Celine lalu pergi. Berdiri lama-lama dihadapan keduanya hanya akan membuatnya semakin tersiksa. Lebih baik dikeluar,mengobati hatinya sendiri, dan berdamai dengan kenyataan yang pahit.
Celine menjatuhkan tubuhnya ditanah. Dia menangis tanpa peduli dengan tamu undangan yang menatapnya penasaran. Tanpa seizin darinya kenangan dia bersama Alex berputar layaknya sebuah film.
Ucapan Alex, janji Alex dan semuanya direkam dengan baik dibenaknya. Hari ini, kenangan itu akan berakhir sampai disini. Dan janji untuk menikah hanyalah sekedar kalimat biasa yang tidak akan pernah terjadi.
"Celine!!"panggil Alex,rupanya Alex mengejar Celine. Meninggalkan istrinya seorang diri disana.
Celine menoleh, dia berdiri dan menghapus air matanya. "kok kamu keluar, masuk istrimu..."
GREP..
belum selesai Celine mengatakannya,ucapannya terpotong karena pelukan Alex. Lelaki itu memeluk tubuhnya begitu erat seolah tak ingin kehilangan Celine. Begitu pun Celine,dia menumpahkan tangisnya dalam dekapan hangat Alex.
"kamu ninggalin aku Lex,"ujar Celine ditengah isakannya.
Alex melepaskan pelukannya. Menatap teduh Celine. "maaf,"
"kenapa?kenapa kamu ninggalin aku dan menikah sama orang lain,"tanya Celine.
Alex terdiam. Dia sama sekali tak mampu menjawabnya.
"apa ini jawaban dari janjimu?"tanya Celine lagi.
lagi,Alex hanya terdiam menatap Celine yang menangis.
"jangan diem aja. Jawab Lex!!"Sentak Celine.
"aku sayang kamu Celine,"jawab Alex.
"sayang?apa ini yang namanya sayang?menikah sama orang lain,"tanya Celine, kepalanya menggeleng tak percaya.
"aku gak ada pilihan lain,"
Celine tersenyum sinis. "ada, tapi kamu yang gak mau pilihan lain,"
Celine benar. Ada pilihan lain. Tapi Alex tidak memilih pilihan itu. Ia justru memilih menerima pernikahan itu dan membuat Celine hancur.
Celine menyentuh pipi Alex. Wajahnya terlihat sangat tampan, dia seperti pangeran yang ada dibayangan Celine sejak dulu. "sekarang, Kamu bukan milikku lagi Lex,"
"aku masih milik kamu,"jawab Alex.
"gimana bisa kamu tetap menjadi memiliku jika kamu sudah memiliki surat nikah dengan wanita lain?"