“Maaf ... Maafkan aku Dra ... maafkan aku Hendra ….” “Maaf? Hendra?” ulang Halimah yang langsung melemparkan tatapan tajam pada sang putra. Tak hanya Halimah yang kaget mendengar igauan Wengi, Hendra dan Lela pun sama tak percayanya dengan apa yang mereka dengar, Wengi meminta maaf pada Hendra. Sebuah kalimat yang biasanya merupakan isi hati terdalam dari si pengigau saat bergumam dalam keadaan tidak sadar. “Maaf ... maaf Hendra.” Kali ini igauan Wengi terdengar begitu jelas dan tak ayal membuat Halimah mendelik ke arah sang putra. “Apa yang terjadi Hendra?” selidik Halimah langsung menatap sang putra dengan pandangan curiga. “Kamu bilang tadi siang ke sini. Apa ada hubungannya kedatangan kamu dengan sakitnya Wengi? Kamu pasti tahu kenapa dia meminta maaf padamu. Kamu berulah apa hing

