Memilikimu adalah sebuah kebahagiaan terbesar, dalam hidupku. Derren masih memandangi Belve yang tidur dengan tenangnya, sambil sesekali menciumi pipi gadisnya itu. Kemudian tersenyum tipis, mengingat apa yang habis mereka lakukan semalam. Yaaah walaupun tidak bisa disebut dengan hubungan s*x, kejadian semalam membuat Derren jadi salah tingkah tiap saat. Derren mendengar jelas, bagaimana suara lembut Belve menyapa pendengarannya. Mungkin karena sudah terlalu lama, tidak berinteraksi dengan Belve. Jadi nafsu Derren semakin naik semalam. Beruntung, Derren masih bisa mengendalikan pikirannya, hingga tidak memaksakan hubungan intim dengan Belve. "Derren.... berhenti menciumku, aku masih lelah." "Hmmm lelah?" Derren mendekatkan wajahnya pada leher Belve, lalu membisikkan sesuatu. "Padahal

