***** Belve masih tertidur dengan pulas, disamping api unggun yang Arnesh buat. Sesekali pria itu kembali merendamkan tubuhnya di air, untuk meredakan panas yang ada. Sedangkan Derren masih sibuk memandangi gadisnya, sambil sesekali mengecupnya. Padahal Arnesh sudah memarahi Derren, karena tidak suka kalau Belve terus diciumi saat masih tidur. "Hei, biarkan dia istirahat dulu." Arnesh yang kesal, langsung memarahi Derren kembali sambil melemparkan ranting pohon yang kering. "Orang asing lebih baik diam," cetus Derren dengan kata-kata dingin khasnya. Membuat Arnesh semakin jengkel dengan sifat pria, yang Belve sukai itu. "Aku ini Kakaknya, jadi aku berhak menjaga dia dari pria m***m sepertimu." "Sejak kapan Belve punya Kakak," ujar Derren lalu melemparkan kembali ranting kayu itu p

