TERJEBAK

1037 Kata
LAMARAN TAK TERDUGA "Ada apa ini buk? kenapa ibuk masak banyak seperti ini?" tanya Andine melihat begitu banyak sayuran dan bermacam makanan di atas meja dapur. "Kamu akan tahu nanti, sekarang bantuin ibuk ya, karang malam akan ada tamu yang spesial datang kerumah kita dan ingin bertemu kamu?" pinta ibuk tersenyum bahagia. Andine penasaran siapa tamu yang di maksud ibunya, tanpa banyak tanya dia membantu untuk mempersiapkan segalanya. "Kamu ikut ya malam ini temanin aku kerumah Andine?" pinta Arman pada Miksel. "İya aku akan menemanimu, selamat ya aku ikut bahagia dengan niat mu yang ingin melamar Andine, aku do'a kan semoga kalian berbahagia," ucap Miksel menutupi kesedihannya. "Kamu kapan lagi,Sel? jangan di tunda lama-lama, mama mu pasti menginginkan menantu dari mu," tanya Mama Arman tertawa. "Iya Tante, secepatnya, Insyaallah," jawab Miksel. "Aku siap-siap dulu buat ntar malam ya," pamit Arman menuju kamarnya dengan senyum bahagia. Miksel keluar rumah duduk di salah satu kursi di teras, dia menatap awan di atas langit dengan pandangan kosong. Pikirannya melayang, hati nya hancur mendengar kabar tiba-tiba Arman ingin melamar Andine. Dia tak menyangka Arman serius dengan ucapannya, dia bingung apakah membiarkan Arman begitu saja mempersunting Andine, atau kah mengutarakan isi hatinya pada Andine. Waktu yang di nanti-nanti Arman pun tiba, dimana dia akan segera mempersunting Andine untuk menjadi pendamping hidupnya. Setelah selesai malaksanakan sholat berjamaah, Arman pun pergi bersama kedua orang tuanya dan juga Miksel menuju rumah Andine. Andine dan bapak yang kebingungan dengan semua makanan yang terhidang di atas meja makan begitu banyak. "Ada apa semua ini buk? kenapa makanan begitu banyak di atas meja?" tanya bapak heran. "Sama,Pak, dari tadi ibuk tidak mau memberi tahu Andine, ibuk hanya bilang akan ada tamu yang akan datang kerumah kita." "Siapa tamu itu,Buk?" tanya bapak masih penasaran. "Udah, bentar lagi bapak akan tahu, siapa yang akan datang, ini akan jadi kabar bahagia untuk keluarga kita," jawab İbuk sesekali menoleh ke arah pintu. "Assalamualaikum," ucap seseorang dari luar rumah. "Nah, tamu nya sudah datang, Waalaikumsalam," jawab İbuk yang berjalan kegirangan menuju pintu. "Ayo silahkan masuk," tawar ibuk kepada rombongan Arman. Andine yang terkejut melihat kedatangan orang tua Arman secara tiba-tiba kerumahnya, dia tetap berpikir positif, mungkin saja orang tua Arman ingin bertemu dengan bapak, kerena sudah lama tak bertemu. "Silahkan makan dulu, setelah itu baru kita bicara," tawar ibuk mempersila kan untuk segera makan. Miksel, Arman dan orangtuanya duduk di kursi makan menikmati makanan yang telah terhidang di atas meja makan. "Kenapa datang gak bilang-bilang? kan kalau tahu seperti ini, bisa di jemput," tanya bapak tersenyum. "Kita juga dapat kabar mendadak dari Arman, kita juga bawa mobil pribadi sendiri, jadi gak perlu repot-repot," jawab papa Arman. Setelah makan malam bersama selesai, Keluarga Andine dan keluarga Arman duduk bersama diruang tamu. Orang tua Arman mulai membicarakan maksud kedatangan mereka untuk segera melamar Andine. "Begini Anto, niat kedatangan kita kemari, kita punya tujuan ingin melamar Andine," ucap papa Arman. Saat mendengar itu Andine tersenyum bahagia, dia tak menyangka bahwa Miksel akan secepat itu mempersunting dirinya Andine tersipu malu menundukkan pandangan nya. "Melamar Andine untuk siapa?" tanya bapak yang menatap Miksel dan Arman. "Saya pak, saya berniat ingin menjadi kan Andine sebagai istri saya," jawab Arman dengan mata berbinar. Saat mendengar itu, Andine bagaikan di sambar petir, dia tak percaya apa yang barusan di dengarnya"Apa? Arman yang melamar ku? bukan Miksel?" gumam Andine dalam hati bertanya-tanya. Bapak yang mendengar itu sama terkejutnya dengan Andine, dari awal bapak sudah tahu Andine hanya menyukai Miksel. Dia tak tahu apa yang harus dikatakan pada mereka, dia juga tak bisa memutuskan begitu saja tanpa persetujuan Andine terlebih dahulu. Ibuk mengguit bapak untuk memberikan jawaban kapada Arman. Miksel melihat Andine tersenyum bahagia dari sorot matanya, hatinya mencoba untuk menerima kenyataan bahwa Andine juga mencintai Arman, dia tak bisa memaksakan perasaan nya pada orang yang tak mencintainya. "Maaf sebelumnya, tapi saya tidak bisa memutuskan masalah ini sendiri, ini masalah hati yang harus di satukan dalam sebuah pernikahan, saya serahkan semua keputusan ini pada Andine saja," jawab bapak kebingungan. "Bagaimana Andine? kamu mau kan jadi istrinya Arman?" tanya ibuk berharap. Andine terdiam seribu bahasa, dia tak punya tahu apa yang harus dia katakan, dia tak ingin menyakiti perasaan Arman, tapi dia juga tak bisa menerima lamaran ini. Dia tak ingin terjebak dalam sebuah pernikahan tanpa cinta, tapi dia juga bingung, kerena dia tak mengetahui apakah Miksel mencintai nya atau tidak, tapi dia harus mengambil keputusan yang tepat untuk kebahagiaan dalam hidupnya. "Arman, Om, Tante, Andine bersyukur dan berterima kasih, sudah mau mampir dan mengutarakan niat baik Om, dan Tante untuk mempersunting Andine, sebelumnya Andine sangat minta maaf sekali, tapi Andine tidak bisa menerima lamaran Arman, Andine telah menyukai seseorang, semua ini percuma jika lamaran ini di lanjutkan kearah yang lebih serius, Andine tidak bisa menjalani sebuah pernikahan tanpa cinta," jawab Andine dengan sangat menyesal. "Apa?" jawab Arman dan ibuk serentak. Arman yang mendengar pengakuan Andine sangat bersedih dan kecewa, dia tak menyangka bahwa Andine sudah punya seseorang yang dia kagumi di hati nya. "Siapa Andine, sebelumnya kamu tidak memberitahu ibuk," tanya ibuk dengan tatapan kecewa. "Sudah,Buk! biar kan Andine memutuskan sendiri tentang kebahagiaan nya," perintah bapak. "Tidak masalah, Andine berhak menentukan kebahagiaan nya," timbrung papa Arman menerima dengan lapang d**a keputusan Andine. "Maaf tentang suasana yang tegang ini," ucap bapak merasa tidak enak. "Tidak apa-apa, kami bisa terima semuanya, yang di katakan Andine benar, sebuah pernikahan harus di dasari dengan cinta, tapi Andine, kata kan pada kami siapa pria yang telah mengisi hati mu selama ini," tanya Mama Arman tersenyum. "Iya Andine, siapa pria yang telah kamu cintai selama ini?" tanya Arman menatap Andine. Andine terdiam dengan semua pertanyaan yang di tujukan pada nya, dia tak tahu haruskah memberi tahu mereka sebenarnya bahwa Miksel lah lelaki yang dia kagumi selama ini, tapi dia ragu untuk mengatakan itu."Apa yang harus aku katakan pada mereka? apa aku harus mengatakan bahwa Miksel lah pria tersebut, tapi bagaimana perasaan Miksel pada ku? bagaimana jika dia sudah punya seseorang yang dia cintai?" gumam Andine dengan seribu pertanyaan di hatinya. Bersambung .... jangan lupa mampir ke karya aku yang lain #Cinta segitiga berujung maut (21+) #Peejalanan hidup Suami ku meninggal, Aku berakhir di penjara ( cerpen)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN