Aku Juga Menyukainya, Mas

1647 Kata

"Biarlah dia berbangga hati dulu, Kay. Kamu tidak perlu khawatir. Setelah ini Tante pastikan Edgar akan kembali lagi ke dalam pelukanmu." Bu Melanie terlihat mencoba menenangkan hati Kayla yang tampak menatap penuh kebencian padaku. Aku mencoba tetap tak terpengaruh dan tetap bersikap tenang seperti sebelumnya. Kadang memang benar, diam itu emas. Tidak semua permasalahan bisa diselesaikan dengan otot dan adu fisik. Nyatanya, kalimat singkat dan tatapan merendahkan terasa lebih mematikan. "Dia sangat jauh kelasnya darimu, Kay. Jadi kamu tidak perlu merasa kalah olehnya. Biarkan dia merasa menang dulu." Entah apa lagi kalimat penyemangat yang ibu mertua sampaikan pada gadis itu, aku tak ingin mendengarnya. Terlalu monoton dan membosankan. Rasanya, lebih banyak hal lain yang bisa dilakuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN