"Balik badan," ujarku setengah memerintah. Membuat suamiku menautkan kedua alisnya saat mungkin tak mengerti dengan maksud permintaanku barusan. "Buat?" Aku menggeleng pelan. "Balik badan, Mas." "Iya, Sayang. Iya." Dia pun membalikkan tubuhnya, mengikuti apa yang aku perintahkan. Membuatku gemas saat punggung lebarnya yang tak berbalut apa pun, terpampang jelas di depan mataku. Spons yang sudah kubasahi dan aku ratakan dengan sabun, perlahan kuusapkan di punggungnya. Membuatnya menoleh. Seolah menatapku dengan pandangan tak percaya saat aku melakukan hal ini. Dan detik berikutnya, terlihat dia sangat menikmati momen saat aku mengusapkan spons mandi di tanganku hampir ke seluruh bagian tubuh miliknya. Pria 26 tahun yang telah mengenalkan diriku atas banyak rasa. "Yang di sini juga don

