***
Pagi ini Ridwan berangkat kembali ke kota nya , sudah hampir seminggu dia menemaniku melewati masa - masa berat ku . aku sengaja memberikan mobil ku padanya agar dia lebih mudah dan lebih nyaman untuk kembali . dia juga meminta aku jangan kembali ke kota ku sebelum dia datang untuk menjemput di weekend ini . diperhatikan sedetail ini membuat aku merasa bahagia bersama Ridwan . kepergiannya pagi ini aku antar langsung sampai ke pekarangan rumah ku bersama ibu , sedangkan mas Putra harus mengantar mba Lisa untuk kembali bekerja dan kemudian mas Putra kembali lagi kerumah . beruntung rasanya dikelilingi oleh orang - orang baik .
malam ini para tamu masih pada berdatangan kerumah . sekedar untuk bertemu ibu dan menghibur agar ibu tidak kesepian , dan malam ini mama Puja kembali datang menemui ibu , entah sekedar bertemu atau memang ada maksud lain untuk disampaikan pada ibu . notifikasi di handphone ku berbunyi . pesan dari evelin , sahabat ku dari kampung hingga di Universitas , herannya aku dia tidak datang waktu ayah meninggal dunia .
" aku turut berduka dengan kepergian ayah , dan maafkan aku tidak datang dihari terberat mu " pesan dari evelin padaku
" tak apa , mungkin kau punya kesibukan lainnya , terimakasih untuk perhatiannya . semoga urusan mu segera selesai " balas ku pada pesan evelin
***
aku turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar . aku turun untuk sekedar memberikan air hangat pada ibu , aku yakin hanya perhatian yang ibu butuhkan pada saat ini , aku menemukan mama Puja berada didekat ibu , aku tegur dan aku salami tangannya sebagai tanda hormat ku padanya . ketika aku ingin beranjak kembali ke dapur mama Puja menahan tanganku untuk tetap duduk didekatnya .
aku menatap kearah ibu , anggukan kepala ibu membuat ku luruh , tak pernah aku untuk membantah apapun permintaan dari ayah atau ibu selama ini . sengaja aku dari awal duduk tidak berbicara , aku menunggu apakah mama Puja akan berbicara terlebih dahulu . aku yakin mama Puja pasti ingin menyampaikan sesuatu dan ada maksud sesuatu . sudah sepuluh menit berlalu , aku masih sibuk dengan gawai ku sekedar bertukar pesan dengan Ridwan , membuat ku berhasil senyum - senyum sendiri , aku lihat dari sudut mataku ada tatapan pertanyaan dari mama Puja tetapi tidak pada ibuku , aku yakin ibu pasti tau siapa yang membuat aku bisa senyum - senyum setelah patah hati sebelumnya .
aku lihat ibu dan mama Puja masih berbincang - bincang , sudah hampir satu jam aku menemani ibu dan mama Puja disini . bunyi ketukan pada pintu menyadarkan aku dari kesibukanku . aku melihat arah ke pintu sekedar melihat siapa yang datang , betapa aku terkejut melihat evelin dalam keadaan sedang hamil . aku hampiri evelin , rasa terkejut bercampur binggung ada dalam hatiku
" eve , ini benar kau bukan ? " tanyaku pada evelin yang sejak kecil memang aku panggil eve
" iya cia , ini aku sahabatmu evelin " mata eve berkaca - kaca dan langsung memelukku
aku tatap binggung pada eve dan aku yakin eve tau apa isi pikiran ku penuh dengan pertanyaan . tak lama setelah itu Puja datang menghampiri aku dan eve yang akhirnya menambah banyak rentetan pertanyaan dalam benakku sendiri . aku tatap ke arah Puja dan Eve secara bergantian .
" kau sedang mengandung ? " tanyaku pada Eve , tapi tidak ada jawaban dari eve sedikitpun
" tapi aku tidak pernah mendengar pernikahan kau dengan siapapun " tanyaku lagi
eve hanya menangis menjawab pertanyaan dariku . menambah kebingungan dalam hati dan otakku yang penuh dengan pertanyaan .
" duduklah , aku akan mendengarkan apapun itu " aku mencoba tenang dan berfikir baik , kami duduk di dekat mama Puja dan ibuku
mama membuka percakapan diantara kami yang masih enggan untuk berbicara, evelin masih tertunduk begitupun dengan Puja .
" maafkan aku dan evelin " kata - kata meluncur juga akhirnya dari mulut Puja
" kenapa harus kau dengan evelin ? ada apa ? " tanya ku kebingungan
" evelin sedang mengandung anak ku " ucap Puja tertunduk
" kau sedang bercanda ? " tanya ku mulai mengintimidasi mereka
" tidak nak , ini semua benar yang disampaikan oleh Puja memang itu kenyataannya " mama Puja menengahi kami dan memelukku . tampak air mata ibu ku jatuh mendengar kenyataan ini
" sejak kapan kalian mengkhianati ku ? kenapa begitu tega kau eve ? kau adalah orang yang aku pikir sahabatku . ternyata kau yang menghancurkan ku , kau hancurkan pernikahan yang aku impikan dengan orang yang aku cinta selama ini . tega - teganya kau menusukku berkedok sebagai sahabat " bentak ku mulai emosi dengan kenyataan ini
" aku tergoda dengan ajakan Puja waktu itu , Puja beralasan mengajakku bertemu untuk mewujudkan pernikahan impian mu . malam itu kami ke club malam menemui teman Puja seorang bartender , tapi ternyata terlalu banyak minum Puja kehilangan kesadaran , sedangkan aku tidak dapat kembali ke kos karna sudah larut malam , akhirnya aku dan Puja memutuskan untuk menginap di hotel . dan itu semua terjadi , aku sedang mengandung anak Puja saat ini . maaf kan aku maafkan aku " jelas Evelin padaku
" tapi aku janji setelah anak dari Evelin lahir kita akan melanjutkan pernikahan impian kita Cia , aku mohon aku janji , berikan aku kesempatan sekali ini , aku tidak akan mengulangi nya lagi , aku mohon " pinta Puja padaku
" jadi kalian pikir setelah mengkhianati ku , menusukku dari belakang berkedok sahabat dan menghancurkan hidupku serta kematian ayah ku dengan mudah kalian datang meminta maaf pada ku ? apa kalian tidak berfikir bagaimana hancurnya aku melewati dan menjalani ini semua . ayah ku telah pergi meninggalkan ku karna pernikahan ku yang gagal ? apa kau tau itu semua ? sudah setahun ini aku berusaha bangkit dari luka keterpurukan dan sampai menunda untuk skripsi ku hanya karna aku tidak sanggup menjalani ini semua . dan sekarang kalian datang padaku ? dimana hati kau saat melakukan ini semua padaku ? dimana ? " teriak ku histeris malam itu
aku berlari menuju kamar ku , Evelin dan Puja berusaha mengejar ku dan tampak mas Putra melarang dan menghalangi mereka mengejarku . mas Putra pasti tau aku butuh waktu untuk ini semua . rasanya keterpurukan dan kenyataan yang aku dengar dan baru aku ketahui hari ini adalah terberat setelah kepergian ayah . dia yang paling aku percaya ternyata dengan tega mengkhianati ku selama ini . seorang penghianat memang cocok dengan seorang penghianat juga. ratusan kali Puja dan Evelin menghubungi ku dan sengaja ku atur handphone ku menjadi mode silent.
*
*
*