***
Ridwan datang menjemput , kami langsung berpamitan pada ibu dan mas Putra , karena nanti sore mas Putra akan kembali berkerja sambil membawa ibu . ini adalah keputusan terbaik kami agar ibu tetap jadi tanggung jawab kami . apabila ibu bosan boleh ibu berpindah ke kos ku . aku menyewa kos yang bisa dibilang sudah fasilitas VIP dengan peralatan lengkap didalamnya . lebih mirip rumah sewaan sebenarnya .
" bu , kami pamit ya " izin Ridwan pada ibu
" iya nak , ibu titip Vacia ya nak , jaga dia baik - baik " pesan ibu pada Ridwan
segera aku meninggalkan rumah bersama Ridwan . rasanya berat meninggalkan ibu setelah ayah pergi . aku takut ibu merasa kesepian nantinya , mengingat selama ini ibu dan ayah tidak pernah terpisah jauh apalagi lama . aku tau ini sudah menjadi jalan takdirku , tidak ada yang aku sesali sedikitpun dari semua yang terjadi . seiring aku berjalan jauh meninggalkan desaku semakin aku berusaha jauh menutup luka kecewa yang baru aku ketahui dua hari yang lalu .
sudah dua jam perjalanan ku dengan Ridwan . tiba - tiba Ridwan berhenti di tepi jalan , mungkin Ridwan lelah pikirku . aku lihat dia membeli minuman dan cemilan , lalu dia berikan padaku .
" istirahat sebentar ya sayang " ucap Ridwan
" ini sayang untukmu , coba dibuka " tiba - tiba Ridwan memberikan sebuah kotak kecil padaku
aku membuka kotak tersebut , isinya sebuah cincin yang ada permata nya , indah gumam ku . aku hanya menatap binggung penuh pertanyaan pada Ridwan .
" itu untuk mu , aku ingin kita berstatus tunangan , agar orang tau jika aku dan kau akan menjadi suami istri "
aku hanya mengangguk tanda setuju , Ridwan memang jarang sekali romantis bahkan bisa dibilang tidak pernah , dia selalu melakukan sesuatu hal yang akhirnya membuat aku merasa beruntung . setelah semua luka aku merasakan bahagia . memang benar kata - kata yang memberikan kiasan akan ada pelangi setelah hujan .
" aku sudah meminta izin mas Putra untuk tunangan denganmu , aku juga sudah meminta izin ibu dan almarhum ayah sebelum pergi untuk selamanya , hanya saja aku terlambat " sesal Ridwan
" mas Putra bilang nanti aku bakal tau semua keanehan pada dirimu , mulai dari tingkah aneh ketika marah , kentut mu pagi hari , sampai makan mu yang banyak " tawa Ridwan padaku
" mas Putra bisa - bisanya jatuhin adeknya yang imut - imut ini didepan calon suaminya . keterlaluan memang , akan ku beri tahu mba Lisa kalau mas Putra masih suka ngisap jempol kalau tidur " tawa ku dan disambut tawa dari Ridwan
kami melanjutkan kembali perjalanan . berkali - kali aku pandangi cincin yang sudah terpasang di jari manis ku , semoga ini pilihan terbaik dan aku tidak salah pilih . sepanjang jalan Ridwan tetap menggenggam tanganku , aku merasa diperhatikan oleh Ridwan .
" acara pertunangan kita akan diadakan sebulan lagi , tepat dihari pernikahan mas Putra " ucap Ridwan
aku terkejut mendengarnya . bisa - bisa nya mas Putra merencanakan pernikahan sebulan lagi dan aku tidak tau .
*
*
sesampainya aku di kos aku menawarkan Ridwan minuman hangat , dia pasti lelah pikir ku , mengendarai mobil bolak balik hanya demi aku .
" sayang , sebenarnya kau bekerja dimana ? kau tidak pernah bercerita tentang tempat kerja mu padaku " tanya ku pada Ridwan dengan hati - hati
" aku hanya seorang karyawan disebuah perusahaan swasta , tetapi kau jangan pernah takut , gaji ku akan tetap bisa menafkahi mu setelah kita menikah nanti " ucap Ridwan
*
*
pernikahan mas Putra dan mba Lisa diadakan hari ini sekaligus pertunangan ku dengan Ridwan . rasanya bahagia melihat kakak kandung ku satu - satunya bersanding dengan wanita baik dan lemah lembut seperti mba Lisa , aku pandangi ibu yang tersenyum merekah menanti para tamu . seketika patah hati ku terasa kembali , seharusnya ayah ada disini menyaksikan kebahagiaan kami anak - anaknya .
aku sengaja tidak mengundang Puja atau Evelin datang di acara pertunangan ku dengan Ridwan , selain aku sudah mengubur semua tentang mereka , aku tidak mau Ridwan merasa aku belum berhasil move on dari Puja .
tibalah di acara pertunangan ku , Ridwan menyematkan cincin di jari manis ku dan aku juga menyematkan cincin yang sama di jari Ridwan . semoga ini pilihan yang tepat gumam ku dalam hati . riuh tepuk tangan mengiringi pertunangan aku dan Ridwan . aku tersenyum pada semua tamu undangan , dan betapa terkejut aku melihat senyum kecut dari Puja disudut sana . mengapa dia ada disini pikir ku , padahal aku tidak mengundang nya sama sekali .
" perkenalkan Vacia adalah calon istri ku Ridwan Prakasa Bagaskara , kami akan menikah secepatnya , mohon doa yang terbaik untuk kami . terimakasih " ucap Ridwan lantang
setelah acara pertunangan ku dengan Ridwan selesai dilanjutkan dengan acara resepsi pernikahan mas Putra , aku memang terpisah dengan Ridwan , mengingat teman sebaya ku datang dan aku juga sibuk melengkapi yang kurang . tiba - tiba Puja menarik tangan ku . segera aku tepis agar tidak terlihat oleh Ridwan yang akhirnya akan menimbulkan kesalahpahaman .
" aku mohon , aku ingin berbicara sebentar " pinta Puja padaku
" aku tidak bisa , aku tidak ingin mengecewakan Ridwan dan keluarganya " aku menolak ajakan Puja
tiba - tiba Puja menarik tangan ku kasar , hampir saja aku berteriak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Puja . Puja menarik ku kedalam mobilnya dan mengunci pintu mobilnya , seketika takut menyerang diriku , apa yang akan dilakukan Puja terhadapku . tiba - tiba Puja menciumi bibirku kasar , aku memberontak menolak , aku berteriak tapi tidak ada satupun yang mendengarkannya , aku berusaha membuka pintu mobil Puja agar bisa melepaskan diri tetapi dihalangi Puja , Puja menarik baju ku kasar .
" dia tidak boleh mendapatkan mu , hanya aku yang akan menikmati tubuhmu " ucap Puja mengancam ku
air mata ku mengalir dengan apa yang dilakukan Puja terhadapku . aku kan membuat Ridwan dan semua keluarga kecewa , aku takut akhirnya nanti Ridwan akan meninggalkan aku .
" bug bug bug " ada yang melempari kaca mobil bagian belakang sampai terlihat pecah , Puja memberhentikan aksinya . kemudian ada lagi yang melempari dari depan . seketika dengan wajah kesal Puja membuka pintu , ini adalah kesempatan melarikan diri pikirku .
aku mengendap - endap membuka pintu mobil Puja dan langsung melarikan diri , ternyata Puja menyadari jika aku pergi , dia mengejarku dan tiba - tiba aku menabrak seseorang , aku lihat wajah yang baru saja menyematkan cincin di jariku .
" Ridwan , tolong aku " pekik ku sambil menangis
" kau pergi kesana , biar si b******n ini urusan ku " titah Ridwan padaku
ternyata disana ada mba Lisa , dan aku langsung memeluk mba Lisa , aku lihat Ridwan dengan emosi menghajar Puja habis - habisan . disusul oleh mas Putra . aku tau pasti pasti mas Putra sangat emosi .
" mba , aku takut " tangis ku di pelukan mba Lisa , mba Lisa menenangkan ku dan memberikan aku minum
" jangan kau pernah sentuh calon istri ku lagi , jangan pernah kau dekati dia lagi , kau sudah melukainya selama ini " ancam Ridwan pada Puja
aku lihat Puja sudah tidak berdaya , dengan wajah babak belur , aku tidak menyangka Ridwan akan berbuat seemosi ini pada Puja . Ridwan segera menghampiriku .
" kau tidak apa - apa bidadariku ? " tanya Ridwan padaku
" masih bisa - bisa nya kau menggoda ku " kutuk ku pada Ridwan
tanpa aku ketahui ternyata mas Putra memanggil Polisi datang disaat kejadian Puja berusaha menodai ku , aku tidak percaya Puja sebejat itu memperlakukan ku . langkah ku untuk meninggalkan dia adalah paling tepat . aku selamat dari seorang laki - laki psikopat pikirku . Puja langsung dibawa oleh pihak Kepolisian dan Polisi meminta ku untuk datang memberikan keterangan .
aku lihat mama Puja hanya menangis melihat Puja dibawa oleh Polisi . aku memang tidak mau terjadi seperti ini , tetapi apa boleh buat , mas Putra dan Ridwan yang bertindak untuk melindungi ku . aku takut jika Puja masih dibiarkan bebas dia akan berbuat lebih jauh terhadapku .