***
hari ini aku datang ke kantor Polisi untuk memenuhi panggilan Polisi , aku dinyatakan sebagai seorang korban , aku menceritakan semua kejadian yang Puja lakukan terhadapku . Polisi juga menanyakan apa hubungan ku dengan Puja sehingga Puja nekat melakukan ini semua terhadap ku . Polisi menjelaskan kepada ku bahwa Puja akan dijerat dengan pasal asusila atau pelecehan dengan hukuman minimal tujuh tahun penjara .
seketika aku merasa tidak tega pada Puja . aku memikirkan anak nya yang akan lahir nanti tanpa seorang ayah . apalagi sampai saat ini Puja belum menikahi Evelin .
Setelah selesai memberikan keterangan pada Polisi , aku meminta izin pada Polisi untuk bertemu dengan Puja . aku diminta untuk menunggu diruang tunggu khusus tamu tahanan . tidak lama kemudian Puja datang dengan memakai baju tahanan . Puja hanya tertunduk melihatku . sebenarnya aku tidak sampai hati untuk dia melewati ini semua , tetapi apa yang dilakukan oleh Puja sangat tidak bisa aku tolerir .
" mau apa kau datang kesini ? " tanya Puja dengan dingin , suara beratnya mengisyaratkan semalaman dia tidak tidur dan menangis
" kenapa kau begitu tega melakukan hal buruk padaku ? " aku berbalik bertanya pada Puja
" lantas kau pikir aku akan merelakan kau begitu saja menikah dengan orang lain ? bahagia bukan dengan ku ? " jawab nya
" aku ingin bahagia melanjutkan hidupku dari semua keterpurukan yang kau sebabkan . jadi kau pikir bagaimana aku bangkit setelah kesakitan yang kau berikan kepadaku ? kau mengkhianati ku " tutur ku
" selama kau dengan ku , kau tidak pernah memberikan yang aku butuh , sedangkan Evelin dengan rela memberikan seluruh tubuhnya pada ku , permainan nya membuat ku candu " seringai Puja padaku
aku segera berdiri , memilih tidak melanjutkan percakapan ku dengan Puja , aku tidak mau luka ku tertoreh kembali mendengar penjelasan Puja . aku mengucapkan terimakasih kepada Polisi penjaga hari ini dan segera melangkah keluar tanpa kata perpisahan dengan Puja .
setibanya di pintu masuk aku bertemu dengan Evelin . digenggam nya tangan ku untuk memberhentikan langkah ku . aku sengaja tidak menatap nya .
" tolong bebaskan Puja " pinta evelin padaku
" aku tidak bisa , apa yang dia lakukan sangat membuat ku takut " jawab ku datar
" anak yang aku kandung butuh ayah nya " pinta evelin
" masih bisa kau beralasan tentang anak mu setelah mengkhianati ku ? " aku mulai emosi
" kau tidak akan pernah tau bagaimana cintanya aku pada Puja selama ini , tapi ternyata Puja lebih memilih kau dari padaku " jelas evelin sedikit penuh penekanan
ternyata evelin menyimpan rasa pada puja selama ini . pantas saja dia merelakan tubuhnya dan hamil anak puja walaupun mereka belum menikah . bagaimana pun alasan evelin tentang cinta nya tidak sepatutnya dia mengkhianati persahabatan kami .
selama ini aku , puja dan evelin memang berasal dari kampung yang sama . ayah ku dan papa puja bersahabat sejak dulu , sedangkan ayah adalah pekerja di kebun ayahku dan ibu evelin adalah pembantu rumah tangga di rumah puja . tetapi aku tidak pernah membedakan evelin , aku menganggap evelin seperti saudara ku sendiri , sehingga evelin di sekolah kan dan dikuliahkan oleh orang tua ku
tetapi aku tidak menyangka kalau ternyata evelin menyimpan rasa pada Puja selama ini . selama aku dan puja menjalin hubungan kami sering pergi bertiga , tidak ada rasa mencurigakan dari ku pada evelin dan puja . entah sudah berapa lama mereka mengkhianati ku .
aku abaikan langsung percakapan ku dengan evelin karena penahanan puja ini sepenuhnya bukan keinginan ku , ini adalah laporan ridwan dan mas putra , aku hanya mengikuti yang sudah dilakukan oleh ridwan dan mas putra .
aku langsung menuju parkiran mobil ku . aku melihat mama puja turun dari mobil bersama dengan papa . aku segera menghampiri mama dan papa puja sekedar untuk mencium tangannya . bagaimana pun aku tetap harus menghormati orang tua puja . apalagi ayah dan papa puja bersahabat dekat sejak dulu .
" kau baik - baik saja nak ? " tegur papa puja
" baik pa , papa bagaimana ? " jawabku
" baik nak , kau tidak ada terluka dari kejadian kemarin kan nak ? " di sahut oleh mama puja
" tidak ma , aku tidak terluka sedikit pun . maaf kan aku ya ma , aku harus mengambil tindakan sejauh ini sehingga puja sekarang di tahan oleh pihak kepolisian " jawabku
" tak mengapa nak , kamu temenin mama liat puja ya nak , mama maunya ditemenin kamu " pinta mama
masa iya aku harus balik lagi kedalam buat ketemu puja , apalagi disana ada evelin . nanti aku harus bagaimana setelah bertemu dengan puja dan evelin , melihat wajah mereka berdua saja terasa sakit penghianatan yang mereka lakukan , tetapi untuk menolak keinginan mama puja juga tidak sanggup , dilema macam apa ini yang ada dihatiku sekarang .
akhirnya aku memutuskan menemani mama puja untuk menemui puja diruang tahanan , disana memang masih ada evelin , aku lihat puja memang terlihat cuek pada evelin padahal sekarang evelin sedang mengandung anak puja . aku masih bersyukur diselamatkan dari laki - laki seperti puja .
sepertinya puja dan evelin sedikit terlibat cekcok , terlihat jelas dari wajah evelin yang menahan kesal sedangkan puja masih tetap saja menanggapi dengan cuek .
" ini ada apa eve ? " tanya mama puja
" ini mah , eve minta dinikahi secepatnya , katanya orang tua nya minta aku bertanggung jawab " jawab puja enteng
" ma , eve juga tidak mau anak eve lahir dibilang ga ada ayah nya , apalagi orang kampung tau eve lagi hamil " eve minta pembelaan dari orang tua puja
" aku tidak mau menikahi nya ma , aku tetap akan menikahi vacia " tolak puja
sekilas aku melihat air mata eve turun membasahi pipi nya , matanya terlihat sembab , perasaan ku sebagai sesama wanita merasa kecewa dengan sikap puja . jika memang selama ini dia tidak ingin bertanggung jawab terhadap eve , kenapa dia lakukan semua ini .
" ma , vacia izin pulang duluan ya ma , kasian ibu sama mas putra mau pulang ke rumah mas putra , ridwan juga menunggu dirumah " pamit ku pada mama dan papa puja
segera aku bergegas keluar dari ruang tahanan ini , aku berjalan sedikit berlari ke parkiran mobil , langsung aku menghidupkan mesin mobil dan pergi dari kantor polisi , rasanya lega setelah berpisah dari mereka . ada sedikit luka dihatiku melihat keadaan evelin , bagaimana pun ini jalan yang dia pilih untuk mendapatkan Puja gumamku .
***