Beberapa saat sebelumnya.
Rocky berkonsentrasi untuk mengumpulkan energi yang sudah ia pelajari dari tehnik pernapasan dan juga terlintas sesosok bayangan ayahnya yang berpakaian seperti seorang kesatrian bahkan kobaran api biru berada disekelilingnya.
"Jiwa kesatria ada di dalam diri kalian. Jangan pernah ragu untuk menolong orang yang membutuhkannya. Keluarkan semangat api mu dan tunjukkan, sekarang!" seru Ayahnya.
Kini Rocky merubah posisi kuda-kudanya, dia merenggangkan kedua kakinya dan juga kedua tangan mengepal erat. Awalnya energi tak terlihat sama sekali, namun setelah Rocky membuka kedua matanya perlahan seirama dengan hembusan nafasnya.
"Baru pertama kali aku melakukannya ... semoga tubuh ini mampu bertahan," batin Rocky. Dia mengerahkan kekuatan ini untuk pertama kalinya.
Kepulan asap mulai keluar dari beberapa bagian tubuh Rocky terlihat seperti ingin terbakar. Bahkan "Segel Merah" yang tadinya sangat kuat membungkus kedua lengannya sampai ke bahu, kini terlihat ada sebuah retakan kecil hingga menjalar menjadi besar dan seketika hancur oleh panasnya gelombang kekuatan yang di keluarkan oleh Rocky saat ini.
Dari kejauhan Indra melihat pergerakan yang aneh di lakukan oleh Rocky di sebelah sana. Sembari Indra memperhatikan pertarungan antara sihir Fresia dan Raja Gautham saling serang dan beradu kekuatan, hingga pada akhirnya Fresia memiliki peluang untuk mengenai tubuh sang Raja itu dan langsung memberikan serangan beruntun. Bahkan serangan dahsyat dikerahkan oleh Fresia hingga membuat lubang besar hanya untuk melumpuhkan seorang Raja Gautham saja.
"Aku punya firasat ...."
"Firasat apa, kapten?"
"Kau tunggu dan lihat saja dari sini, mengerti?!" tegas Indra. Dia mencoba mengaktifkan kembali energi Lifestone yang sudah terisi penuh, meski kostum armornya tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
"Setidaknya si Raja itu tidak menyadari apa yang di lakukan bocah itu," gumam batin Indra.
Anggota yang bersama Indra kali ini mulai mengerti setelah ia melihat anak remaja yang berada disebelah sana seperti mempersiapkan sesuatu yang besar.
"Jadi rencana anda ... mengalihkan perhatian Raja itu?" tanya anggotanya dengan tatapan penuh harapan.
"Dan juga mengulur waktu untuk Rocky," sambung Indra.
"Rocky ... Ricky? jadi anak remaja itu adalah ...."
"Yaa ... dialah anak yang pernah menyelamatkan nyawa orang-orang di kota mati waktu itu," ungkap Indra, membuat anggota yang berada disampingnya tertegun ketika mendengar cerita singkat dari Kaptennya.
Sebenarnya anggota yang bersama Indra kali ini adalah salah satu orang yang pernah diselamatkan oleh Ricky sewaktu insiden virus hitam di kota mati dulu. Namun karena suatu alasan tertentu orang-orang yang terselamatkan tidak bisa menemui Ricky secara langsung hanya untuk berterimakasih saja, melainkan hanya lewat sebuah pesan video saja untuk berterimakasih kepada Ricky waktu itu.*
Fresia tercekik hingga tak berkutik sama sekali oleh cambuk hitam milik Raja Gautham. Terlihat Raja itu keluar dari lubang bekas hantaman dari Fresia, ia melayang di udara dan cambuk hitam mengelilinginya menjadi sebuah perisai yang ganas bahkan menyerupai binatang kadal di ujung cambuknya.
"Gawat!! Fresia dalam bahaya!!" seru Kapten Indra. Ia maju tanpa berpikir panjang lagi dan mengaktifkan kembali energi Lifestone yang sudah terisi penuh.
Namun aksi Indra kali ini sudah dapat di ketahui oleh Raja Gautham dan ia mengerahkan beberapa cambuknya untuk menyerang kapten Indra. Akan tetapi Indra masih cukup kuat untuk bergerak gesit dalam menghindari setiap serangan cambuk yang menghadangnya kali ini.
Sang Raja sudah terlihat di depan mata Indra dan ia bersiap menggunakan satu pukulan yang terpusat di satu titik sebelah tangan kanannya. Tinju yang menjadi andalan Indra berkekuatan penuh dia kerahkan dengan sekuat tenaga, namun saat pukulannya hampir mengenai Raja Gautham sebuah perisai mampu menahan serangan Indra, bahkan menertawakan serangan yang di lancarkan oleh Indra.
Rencana Indra nampak berhasil karena sudah mengalihkan perhatian sang Raja sampai tidak menyadari bahwa di sebelah sana ada seorang anak remaja dengan tekad kuatnya mengerahkan kekuatan yang belum pernah Indra lihat sebelumnya. Hingga kapten Indra tersenyum saat melihat pancaran tenaga Rocky dan itu juga membuat sang Raja menyadari bahwa ada sebuah kekuatan dahsyat dari arah Rocky berada.
Terlihat dari kedua lengan Rocky mengeluarkan kobaran api menyala-nyala berwarna biru bahkan matanya memancarkan semangat yang luar biasa. Kekuatan Rocky yang mungkin bisa menandingi kekuatan Raja Gautham sekarang.
"Aura yang dia keluarkan berbeda dari sebelumnya." Raja Gautham menoleh kearah Rocky yang masih mengumpulkan energinya. Namun dia seperti tidak sabar ingin menghadapi Rocky, dengan segera Raja Gautham menghempaskan Indra dan juga Fresia yang sudah tidak menarik lagi untuk menjadi lawannya.
Indra dan Fresia dihempaskan ke sembarang arah begitu saja. Beruntung beberapa anggota Indra yang lainnya dengan siaganya menolong kapten dan juga Fresia. Seorang anggota menghadang Raja Gautham saat hampir sampai kearah Rocky yang masih belum sepenuhnya mengumpul energi.
"Minggir kau, sampah!" hina Raja Gautham kepada anggota itu yang bersiap dengan senjata lasernya dan menembakannya.
Bermodal nekad dan senjata yang ada ditangannya mencoba mengulurkan waktu demi Rocky sebagai harapan terakhir bagi mereka semua. Meski anggota itu bukanlah tandingan sang Raja berkekuatan sihir hitam itu.
"Serangan yang tidak ada artinya!" Raja Gautham dengan mudahnya menyingkirkan orang itu hingga dia terpental jauh.
"Sisanya ku serahkan padamu ... ini adalah tanda terima kasihku kepadamu ..." rintih anggota itu menunjuk kearah Rocky. Tubuhnya terpental jauh karena mendapat pukulan telak dari Raja Gautham.
"Sedikit lagi ... ayooo!!" pusaran energi mengitari Rocky berdiri hingga menjadikan retak tanah bahkan terangkat dan hancur menjadi debu.
Cambuk-cambuk langsung di kerahkan oleh Raja itu untuk menyerang Rocky yang masih dalam kuda-kudanya tak beralih sedikitpun. Semua orang yang melihat serangan tersebut tidak percaya bahwa harapan terakhir mereka langsung diserang begitu saja tanpa mengenal ampun.
"Anda tidak apa-apa, paman?" ucap Rocky yang tiba-tiba muncul dan menyelamatkan pria yang terpental karena pukulan Raja tadi.
"Kau ...."
"Jangan khawatir paman," balas Rocky, ia terlihat lebih tenang kali ini.
Sang Raja yang melihat Rocky tiba-tiba muncul di sana untuk menyelamatkan pria yang tadinya mendapat pukulan telak darinya, ia tidak bisa mempercayai gerakan itu sebelumnya tanpa ada hawa keberadaan dari Rocky.
"Dia ... bagaimana bisa bocah itu sampai kesana dalam jarak yang cukup jauh bahkan sempat menyelamatkan orang tadi," gumam batin Raja Gautham. Dia tidak habis pikir dengan apa yang dirasakannya saat melihat Rocky.
"Jangan sombong kau bocah ingusan! kau pikir bisa mengalahkan ku ...."
"Yaa! aku pasti bisa, Raja gombal!" balas Rocky.
Sang Raja membulatkan kedua matanya dia terkejut ketika ada suara dari arah belakangnya. Raja itu berusaha untuk menyerang Rocky secara langsung dengan pukulan, tetapi dengan mudahnya dapat di hentikan oleh Rocky yang sudah berada di level tinggi.
"Kurang ajar, kau!" serang sang Raja semakin brutal dengan pukulan dan tendangan ia lancarkan bahkan mengikutsertakan sihir cambuk miliknya untuk menyerang Rocky.
Wajah Rocky kali ini terlihat tenang dalam menghadapi semua serangan yang kerahkan oleh Raja tersebut. Hingga remaja itu sedikit menjaga jarak dari sang Raja dan kembali mengulurkan tangan dengan gaya menantangnya. Membuat Raja Gautham semakin kesal dan ingin mengeluarkan kembali sihir bola hitam dengan kekuatan 2 kali lebih besar dari sebelumnya.
Masih dengan wajah tenangnya Rocky memperhatikan kekuatan milik Raja itu yang berpusat di satu titik. Rocky mulai bersiap dalam posisi menghadang serangan bola dahsyat itu, hingga kedua lengannya menyala kobaran api biru.
"Dasar bodoh, kenapa dia malah memilih menghadapi bola hitam itu," gerutu Indra, dia tidak percaya bahwa Rocky masih kekanak-kanakan dalam menghadapi Raja Gautham yang sudah terlihat gila akan kekuatan miliknya.