Ledakan yang dahsyat membuat kerajaan Gautham berguncang karenanya. Rocky masih bisa berdiri meski terlihat pendarahan mengucur keluar dari pelipis dahinya dan kepulan asap panas di kedua tangannya masih nampak.
"Sial! kedua tanganku ..." Rocky mencoba menggerakkan kedua tangannya yang masih terbalut oleh "Segel Merah".
Pusaran energi Rocky masih kuat sehingga Segel Merah pun juga masih terbalut sampai ke bahunya. Darah segar bercampur keringat Rocky menetes sampai ke pipinya, ia berusaha untuk tetap waspada akan serangan berikutnya.
"Aaaah ... berat sekali! hanya mengangkat sebelah tanganku saja susahnya minta ampun," gerutu Rocky.
Secara mengejutkan sebelah kaki Rocky terjerat oleh sihir cambuk milik Raja Gautham dan menariknya dengan sangat kencang lalu menghempaskan ke dinding istana. Kini energi Rocky melemah dan kondisinya sudah dalam setengah sadar bahkan ia tak bisa menggerakkan sebagian tubuhnya.
Raja Gautham berjalan menghampiri Rocky dengan sosoknya yang mengerikan dikelilingi oleh aura hitam. Sang Raja mendekati Rocky yang sudah hampir tak berdaya lagi karena sebuah hempasan keras ia terima.
"Sungguh tidak memiliki sopan santun! ku berikan sebuah hukuman yang setimpal padamu, bocah!" tegas Raja Gautham.
"Dasar bodoh! mau saja kau dikuasai oleh iblis itu?!" ejek Rocky, ia masih tak bisa berdiri dan bergerak.
"Aku tidak tahu siapa kau anak muda. Tapi, rasanya ... aku seperti mengenalimu berkat kekuatan inilah aku bisa mengenali. Kau adalah penerus ksatria ...."
Sebuah tendangan dari arah belakang ingin mengenai kepala Raja Gautham. Namun sang Raja bukannya menghindari tendangan yang hampir mengenainya, dia justru tersenyum dan sebuah pelindung cambuk hitam langsung melingkar di kaki itu dan menghempaskannya ke sembarang arah.
Tembakan beruntun juga mengarah kepada Raja Gautham, namun tetap saja tidak bisa mengenainya sedikit pun karena pelindung sihir hitam berwujud cambuk yang bersiaga menjadi perisainya.
"Tidak ada cara lain, kita serang secara bersamaan," ucap salah satu anggota Indra.
Indra yang melihat aksi para juniornya terkejut bahwa mereka bekerja sama untuk melawan Raja Gautham yang di mana level sang Raja itu sudah berada jauh di atas mereka semua.
"Kapten tidak apa-apa?" tanya salah satu anggotanya sembari ia merangkul Indra.
"Kenapa kalian kesini!!!" seru Indra.
"Kami berencana membawa anda dan remaja itu ke kerajaan Alderts," jawab anggotanya itu.
Anggota yang lainnya masih berusaha melawan dengan sekuat tenaga meski 3 lawan 1 tak seimbang dalam hitungan jumlah, namun seorang Raja yang menjadi lawannya kali ini bukanlah hal yang mudah bagi 3 prajurit itu. Bahkan level sang Raja mencapai kekuatan iblis yang menjadi andalannya kali ini.
"Siapa yang memerintahkan kalian, hah! di sini terlalu berbahaya bagi kalian ...."
"Raja Alderts yang meminta kami, Kapten," jawab anggotanya.
Perisai hitam Raja Gautham itu semakin sulit di atasi oleh ke 3 anggotanya hingga mereka semua di pukul mundur dan rencana tak menjadi sesuai harapan.
"Sungguh menyedihkan, apapun yang kalian lakukan tidak akan berarti di hadapan kekuatan ku ini," hina Raja Gautham dengan keangkuhannya
"Jangan kau remehkan kami! kami akan menjadi kuat ketika saling membantu," terang Fresia.
Fresia berdiri di dekat Rocky yang sudah bisa bangun dari tempat ia terhempas tadi. Fresia bersiap dengan ilmu sihirnya dan ingin melancarkan serangan kepada Raja Gautham yang sombong akan ucapannya tadi.
Kekuatan gelang sihir yang dikenakan Fresia kini mengeluarkan kekuatan sejatinya hingga menciptakan energi terang dan pusaran angin mengitari sekitar Fresia. Namun wajah sang Raja tidak mengekspresikan rasa ketakutan melainkan ia tersenyum menyeringai seolah mendapatkan lawan yang sepadan dengannya.
"Akhirnya kekuatan sejati gelang itu mengakui tekad Fresia," puji Raja Alderts merasakan gelombang kekuatan yang keluar dari tekad Fresia dan gelang itu dari tempat kerajaannya.
"Majulah cantik ... hahaha, akan aku ajarkan bagaimana cara menikmatinya," ucap Raja Gautham semakin terlihat gila.
Fresia maju dengan kekuatan sihir yang besar, warna pelangi anggun mengitari sihir Fresia dan melancarkan serangan dahsyat ke arah Raja Gautham. Hingga serangan beruntun di lancarkan Fresia, tetapi sang Raja masih terlihat santai dengan wajah tersenyum mengerikan. Berbagai macam serangan dari Fresia masih belum cukup untuk bisa menyentuh Raja Gautham sedikit pun.
"Kerahkan semua kemampuanmu, cantik! hahaha ..." ucap sang Raja sembari tersenyum menggila.
"Ini sungguh tidak seimbang, si tukang gombal itu mempermainkan gadis ini," gumam Rocky.
"Apa yang bisa kita lakukan, Rocky!" suara Ricky bergema dari dalam tubuhnya.
"Bersiaplah ...."
"Hah!!!"
"Apa yang ingin kau lakukan?"
Rocky memejamkan kedua matanya tanpa bergerak sama sekali, bahkan dia tidak memperhatikan lagi pertarungan sihir Fresia dan Raja Gautham. Rocky mencoba berkonsentrasi seolah dia mempunyai rencana yang lebih bagus.
Fresia masih berusaha dengan sekuat tenaga melancarkan serangan meski tak sedikit pun mengenai sang Raja Gautham itu. Secara tidak sadar Raja Gautham memberi peluang untuk Fresia hingga tembakan sihir tepat mengenai d**a sang Raja dan ia terpental cukup jauh.
Tidak hanya berhenti disitu saja, Fresia melanjutkan serangan tanpa rasa ampun lagi kepada Raja yang sudah membuat teman-temannya menderita selama ini. Dentuman keras bahkan membuat lubang besar di tanah kerajaan Gautham akibat dari serangan sihir Fresia.
Hening seketika dan Fresia memilih maju untuk mendekati apakah Raja Gautham sudah dikalahkan oleh serangannya. Tiba-tiba saja cambuk hitam keluar dengan gerakan cepat melingkar di leher Fresia hingga ia tercekik tak berkutik sama sekali. Perlahan Raja Gautham keluar dari lubang besar itu dengan tubuh melayang di udara bahkan cambuk-cambuk hitam itu semakin ganas berubah wujud seperti kepala binatang kadal.
"Gawat!! Fresia dalam bahaya!!" seru Kapten Indra. Ia maju tanpa berpikir panjang lagi dan mengaktifkan kembali energi Lifestone yang sudah terisi penuh.
Indra melesat dengan cepat kearah Raja itu, tetapi sang Raja sudah menyadarinya dan ia mengerahkan cukup beberapa cambuk untuk mengatasi Indra yang mendekatinya. Gerakan masih terlihat gesit saat menghindari beberapa serangan dari cambuk hitam itu, ia mampu menghindari bahkan hampir sampai ke sosok sang Raja. Sebelah tangan kanan Indra sudah terkumpul kekuatan penuh dengan tinjunya ia memukulkannya kearah Raja Gautham.
"Hahaha ... kekuatan yang hebat, tetapi tidak cukup kuat untuk bisa mengalahkanku hanya dengan satu pukulan saja," ejek Raja Gautham sembari menoleh kearah Indra yang terus berusaha menghancurkan pertahanan mutlak milik Raja Gaitham.
Situasi benar-benar menegangkan semua anggota Indra hanya bisa memberikan dukungan dan semangat kepada kaptennya. Kekuatan kostum armor Indra sudah mencapai batas hingga energi Lifestone terpakai habis hanya untuk menggunakan satu pukulan saja.
"Lagi-lagi tidak bisa memberikan waktu yang cukup untuk dia!" ucap kapten indra. Namun membuatnya tersenyum penuh harapan kepada Rocky yang di sebelah sana.
Raja Gautham baru menyadari ada kekuatan besar yang terpancar di sana dari arah anak remaja yang bernama Rocky.