Ricky berlari ingin menyusul Indra yang mendekati area air terjun. Namun hal yang tak terduga Ricky terpeleset dan hampir jatuh mengenai batu besar yang ada di sekitarnya. Beruntung ada seseorang yang menolong Ricky saat itu, dengan cepat dia menghampiri dan memegang tubuh Ricky yang hampir saja kepalanya membentur batu besar.
"Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya orang itu.
"Ii ... iyaa paman, terima kasih sudah menolongku," jawab Ricky terbata-bata. Dia tidak bisa membayangkan kalau saja kepalanya membentur batu besar itu.
"Hmm ... lain kali hati-hati, yaa!" angguk pria itu tersenyum kepada Ricky.
Mary dengan segera menghampiri Ricky.
"Ricky ... kamu tidak apa-apa sayang?" cemas Mary, dia begitu sangat khawatir kepada Ricky.
"Iyaa Buu ... aku baik-baik saja. Tadi ada paman yang ...."
"Yang ... yang apa, hmm?"
"Tadi barusan ada seorang paman yang menolongku, Buu ..." jelas Ricky sembari menunjukan di mana pria tadi berdiri tepat di samping dirinya. Namun pria yang menolong Ricky langsung pergi tanpa permisi terlebih dulu kepadanya.
"Iyaa sayang ... Ibu percaya," ucap Mary meski sebenarnya dia tidak melihat siapapun di dekat Ricky.
Mary hanya mencoba agar diri Ricky tidak terlalu jauh dalam berkhayal. Kini mereka berdua berjalan bergandengan tangan agar tidak ada terjadi hal yang tidak di inginkan.
Indra sudah sampai di area air terjun. Akan tetapi ia merasa ada sesuatu yang kurang sedari tadi dan benar saja ia baru tersadar bahwa meninggalkan Ricky dan Mary di belakang sana. Dari kejauhan nampak wajah Mary terlihat kesal menatapnya dengan tatapan tajam ingin menerkam saja, Indra berusaha menyapa dengan ukiran senyum sebisa mungkin agar bisa meluluhkan rasa kesal Mary kepada dirinya.
"Hehe ... maafkan aku ...."
"Hmm ..." acuh Mary memalingkan wajahnya dan Ricky pun juga ikut-ikutan bahkan menjulurkan lidahnya mengejek Indra yang sudah menjadi Ayah angkatnya.
"Heeh ... pasrah dah diriku yang di acuhkan oleh dirinya," ucap Indra sedikit merasa lemas ketika melanjutkan berjalan kaki mengikuti mereka dari belakang.
Perasaan mereka bertiga kali ini benar-benar momen yang tak pernah di lupakan bahkan menjadi kenangan terindah, apalagi bermain-main air di bawah derasnya air terjun itu. Berfoto bersama dengan berbagai macam gaya yang mereka tampilkan di depan kamera digital.***
Perjalanan cukup jauh dan melelahkan, namun tidak bagi Ricky justru dia tersenyum bersemangat ketika mereka sudah sampai di depan Blue Jungle kali ini.
"Tidak ada yang berubah rupanya, masih seperti dulu. Alami dan menyegarkan sekali udara di sini," ucap Ricky sembari menghirup udara segar sebelum masuk ke dalam Blue Jungle.
Edwin yang sudah mengabarkan bahwa dirinya bersama Ricky ke lokasi tersebut dan berjalan memasuki Blue Jungle. Baru beberapa langkah masuk kesana, Edwin dan Ricky di sambut oleh Yoga dan Kris.
"Ini Ricky ..? kau sudah besar rupanya," sapa Yoga bersalaman berjabat tangan dibalas anggukan oleh Ricky dan ia pun tersenyum.
"Tidak menyangka sekarang kau sudah sebesar ini dan juga dapat diandalkan di saat seperti ini," tambah Kris menyambut kedatangan Ricky.
Tanpa banyak bicara lagi Ricky, Edwin, Yoga dan Kris menuju tempat di mana portal dimensi terakhir kali di lihat oleh para anggotanya yang dimasuki kapten Indra. Semua anggota yang baru melihat seorang Ricky, mereka memperhatikan, heran dan bertanya-tanya siapa yang dibawa oleh senior Edwin kali ini.
"Energi yang luar biasa ini bisa terasakan sampai ke dunia sini," batin Ricky. Ia bersiap dengan kedua tangannya, namun gelang merah di kedua pergelangan tangan Ricky bereaksi ketika ia mengaktifkan kekuatannya.
Gelang merah yang terpasang di kedua pergelangan tangan Ricky kini beraksi hingga membungkus tangannya menjadi sebuah sarung dan juga memiliki daya berat. Sekuat tenaga Ricky menahan daya berat dari sarung merah yang membungkus kedua tangannya, hingga nampak sebuah dinding dimensi berukuran kecil.
"Ini tidak akan cukup untuk kau masuki!" Suara Rocky bergema di dalam tubuh Ricky kali ini.
"Tapi ini ... sungguh terlalu berat! bahkan aku belum sampai menggunakan 20 persen dari kekuatan ini!" seru Ricky.
"Kalau begitu kau tahan posisi tetap seperti itu! kita bertukar tempat, sekarang!" ajak Rocky.
"Iyaa!! cepatlah ..." desak Ricky.
Ricky memejamkan matanya selama 10 detik dan pertukaran antara 2 jiwa satu raga mereka perlihatkan di depan para anggota di sana. Semua yang menyaksikan apa yang terjadi di hadapan mereka saat ini benar-benar baru pertama kali. Ketika Ricky dan Rocky bertukar jiwa, aura yang di timbulkan di sekitar tubuh remaja itu menjadi berbeda dari sebelumnya.
Energi Rocky lebih kuat di bandingkan energi Ricky bahkan pusaran angin tercipta di sekitarnya. Portal dimensi yang tadinya terlihat kecil, kini perlahan membesar dan nampaklah sebuah dinding dimensi.
"Ini!! Aku bisa merasakan hawa keberadaan kapten," batin Rocky.
Edwin, Yoga, Kris dan juga yang lainnya hanya bisa menyaksikan dan terdiam apa yang nampak di hadapan mereka kali ini. Tanpa ada perintah dari siapapun Rocky masuk kedalam dimensi itu seorang diri. Hanya dalam hitungan detik saja portal dimensi tadi pun perlahan memudar dan hilang.***
"Haha ..." tawa Indra sembari melihat sisa energi Lifestone pada senjata laser miliknya dan menembakan kearah bola hitam itu, namun tidak berpengaruh sama sekali.
Indra berdiri dengan kekuatan yang tersisa seakan siap menerima serangan dari bola hitam yang dahsyat itu.
"Selamat ting ...."
Tiba-tiba sebuah portal dimensi terlihat di hadapan Indra bahkan terdengar suara seseorang yang tidak asing lagi bagi dirinya.
"Aku dataaaaang!!" sela Rocky dengan teriakan, dia keluar dari portal dinding dimensi disaat-saat paling dibutuhkan.
Kehadiran Rocky membuat semua orang yang ada di sana terkejut termasuk juga Raja Gautham dan Raja Alderts.
"Anak itu ..." ucap Raja Alderts, dia seperti mengenali aura milik Rocky.
Rocky melesat keluar dari dimensi dengan kekuatan yang dimilikinya saat ini, dia berdiri di hadapan Indra. Sosok remaja yang dulunya pernah di tolong oleh Indra, kini dia berdiri untuk menolong seseorang yang disayanginya.
Energi sihir berwarna hitam berkumpul hingga tercipta kekuatan dahsyat berbentuk energi bola yang sudah hampir mendekati di mana Rocky dan Indra berada. Rocky pun bersiap dengan kedua telapak tangannya untuk menahan serangan energi bola hitam itu. Namun sarung tangan miliknya juga ikut menjadi beban yang bertambah semakin berat dan memanjang sampai ke siku.
Pusaran energi Rocky diperkuatnya hingga membentuk sebuah dinding pertahanan yang kokoh untuk melawan energi bola hitam itu. Pijakan tanah di kaki Rocky perlahan hancur dan posisi dirinya terdesak sampai tubuhnya terdorong mundur oleh kekuatan bola itu benar-benar dahsyat.
"Ini bola benar-benar keras! baiklah ... akan ku tunjukan latihan ku selama 2 hari ini." Rocky mengeluarkan semua kekuatan yang dimilikinya.
Tubuhnya yang kekar nampak urat-urat nadi disetiap otot-ototnya begitu nampak. Pusaran yang tadinya hanya terlihat biasa saja kini pusaran itu berubah menjadi kobaran api biru yang sangat terang dan kuat. Namun semakin kuat Rocky mengeluarkan kekuatannya maka semakin berat juga beban yang menyelimuti tangannya hingga membungkusnya sampai ke pundak.
Awalnya hanya sebuah gelang merah melingkar di pergelangan tangannya, kini membungkus kedua lengannya sampai ke bagian bahunya. Berkekuatan melebihi dari perkiraan dirinya bahkan Indra pun tidak bisa berbuat apa-apa ketika melihat sosok Rocky seperti itu.
Gesekan antara kekuatan Rocky dan bola hitam yang di keluarkan oleh Raja Gautham kini saling beradu dan hamparan tanah di sekeliling mereka porak poranda.
"Kurang ajar!!" serang Raja Gautham semakin di luar kendali.
"Aaaarrgh ... dasar orangtua keras kepalaaaa!!" Rocky mengubah posisinya dan satu pukulan dengan kekuatan yang berkumpul di satu titik dia pusatkan dan menghantamkan kearah bola yang kini tepat di hadapannya.
Satu pukulan api biru milik Rocky mampu memukul mundur bola sihirnya dan meledak dengan dahsyat. Indra pun terpental jauh karena efek ledakan dahsyat bola hitam itu.
Kabut debu menutupi area kerajaan Gautham hingga yang masih terlihat adalah pusaran api biru milik Rocky meski dia terlihat sempoyongan berdiri. Sedangkan Indra tertutupi oleh puing-puing tanah yang berserakan dan melihat di sekitarnya.
"Heh! aku kira ... aku akan mati hari ini." Indra bangkit dan berdiri. Melihat di depan sana ia tahu bahwa yang masih berdiri itu adalah Rocky.