Setelah mengucapkan kata perpisahan dengan sang Raja Alderts. Rocky kembali dan kini berganti tempat dengan Ricky. Semua anggota Indra sudah siap untuk pulang, Fresia dan teman-temannya juga sudah tidak sabar lagi ingin segera kembali ke rumah masing-masing.
"Hmm ..." angguk Indra memberikan isyarat kepada Ricky untuk segera membuka dimensinya.
Dengan perasaan tenang Ricky mulai membuka dinding dimensi tanpa kendala, dia sudah bisa mengendalikan kekuatannya dan merasakan bahwa kini semakin percaya diri akan apa yang dia miliki sekarang.
Ricky mengulurkan tangannya dan mereka semua saling bergandengan tangan.
"Berpeganglah yang kuat dan jangan sampai lepas," jelas Ricky, dia berjalan terlebih dulu masuk ke dalam portal dimensi sampai pada Fresia diurutan terakhir.
"Terima kasih Yang Mulia Alderts," ucap Fresia dengan perasaan haru.
Raja Alderts kembali mengenakan gelang sihir yang tadinya sempat dikembalikan oleh Fresia. Namun kali ini sang Raja memberikannya sebagai hadiah perpisahan mereka.
"Ini ...?"
"Jangan pernah ragu ... gunakanlah dengan hatimu ... itu akan menjadi teman baikmu," ucap Raja Alderts, dia tersenyum melihat wajah cantik Fresia untuk terakhir kalinya.
"Heem, aku pasti sangat merindukanmu ... Alderts," lirih Fresia, terukir senyuman manis di lesung pipinya.*
Selama ini Raja Alderts menaruh hati kepada Fresia, begitu juga sebaliknya. Saat pertama kali bertemu sang Raja langsung jatuh hati kepada Fresia yang melarikan diri dari kerajaan Gautham saudaranya. Waktu itu Fresia dalam keadaan pingsan dan terluka parah, sebuah takdir yang menemukannya adalah Raja Alderts saat berkeliling di kebunnya.
Segera Raja Alderts membawa Fresia ke kerajaannya dan langsung menuju ruang pengobatan. Dengan sihir penyembuh yang dia milikinya, kini dia alirkan sihirnya ke tubuh gadis itu dengan perlahan.
"Sungguh beruntung ... dia masih bisa diselamatkan," gumam Alderts, sembari dia memperhatikan paras cantik gadis itu membuat detak jantungnya berdebar-debar tidak seperti biasanya.
Sekitar 3 hari lamanya baru gadis itu siuman. Betapa senangnya hati Raja Alderts ketika mendapati gadis itu telah sadar dan ia langsung memberikan makanan dan minuman untuk gadis yang baru ia kenal.
Beberapa pelayan kerajaan sampai para penasehat terheran-heran akan tingkah laku sang Raja, dia tidak ingin menyuruh siapapun hanya untuk melayani gadis itu. Raja Alderts terlihat seperti sedang jatuh cinta kepada gadis asing tersebut bahkan mereka selalu bersama.
Sejak insiden dahulu kala ditambah lagi perselisihan dengan saudaranya Raja Gautham waktu itu, sifat dan kebiasaan Raja Alderts tidak pernah menunjukan keceriaan apalagi gairah semangatnya kian mengkhawatirkan. Namun, sejak kehadiran seorang gadis asing membuat hati sang Raja berbunga-bunga bahkan selalu terukir senyuman di wajah Raja Alderts.
Hingga suatu hari Raja Alderts ingjn memberikan sebuah gelang sihir kepada gadis asing itu, gelang tersebut dulunya adalah pusaka kerajaan Elf. Awalnya banyak penasehat tidak menyetujui bahkan ahli sihir kerajaan menentang keras apa yang hendak dilakukan oleh sang Raja.
"Gadis itu tidak berhak atas gelang pusaka ini!" tegas salah satu penasehat kerajaan.
"Dia bukanlah dari golongan ras Elf, tuanku ..." tambah ahli sihir lainnya.
"Sungguh lucu kalian ini, coba tenang sejenak dan ingatlah kembali, mengapa gelang pusaka ini bisa bersamaku ...?" tanya Raja Alderts, dia tersenyum.
Para penasehat dan juga ahli sihir kerajaan saling tatap-tatapan mereka tidak mengerti apa yang dimaksud oleh sang Raja. Gelang sihir tidak akan bisa dimiliki oleh siapapun terkecuali atas kehendak dari gelang sihir itu sendiri yang memilihnya. Termasuk juga Raja Alderts adalah orang terpilih untuk menjaga gelang pusaka kerajaan.
Gelang pusaka dikeluarkan oleh Raja Alderts dan benar saja gelang itu mengitari gadis asing hingga terpasang dengan sendirinya dipergelangan gadis tersebut. Semua yang ada di ruangan itu hampir tidak bisa mempercayai ketika gelang pusaka kerajaan Elf memilih gadis asing yang bernama Fresia. Terpilihnya Fresia sebagai pemilik baru gelang pusaka, membuat beberapa penasehat tidak habis pikir dan mereka hanya bisa mengikuti kehendak sang Raja Alderts. Meskipun keputusan itu tetap menjadi buah bibir di kalangan para penasehat.
Hanya dalam waktu 1 hari Fresia sudah pandai menggunakan sihir dari energi kekuatan gelang pusaka tersebut. Raja Alderts tak pernah bosan memandangi wajah cantik Fresia bahkan dia ingin mendekati gadis itu lebih dalam lagi. Namun, Raja Alderts tersadar bahwa dirinya tidak bisa memiliki sepenuhnya dikarenakan gadis itu pasti akan kembali ke dunianya cepat atau lambat.
Sampai pada akhirnya sekarang tepat di depan matanya Alderts, hampir di penghujung Fresia memasuki portal dimensi. Raja Alderts segera menghampiri gadis itu yang selama ini sudah membuat hatinya jatuh cinta, hingga sebuah kecupan hangat mendarat di bibir Fresia. Kecupan singkat namun memberikan makna yang mendalam di hati mereka masing-masing.
"Aku mencintaimu ... Fresia," ungkap Alderts sembari menggenggam tangan Fresia sebelum terlambat, membuat perasaan Fresia terharu mendengarnya sampai pegangan tangan mereka perlahan-lahan hanya tinggal ujung jari mereka dan terpisah.
Kini portal dimensi itu perlahan memudar dan hilang dari hadapan Raja Alderts, tidak ada suatu penyesalan ketika dia mengucapkan kebenaran dalam hatinya yang selama ini membuat hari-hari berwarna. Semua yang menyaksikan ungkapan hati sang Raja kepada Fresia, membuat mereka sampai ikut terharu bahkan ada salah seorang penasehat menghampiri Raja Alderts.
"Tuanku ... Rajaku ... anda memang sungguh hebat, kekuatan hati anda benar-benar bijaksana. Mengungkapkan perasaan dan merelakan dia pergi adalah suatu kebijakan yang sulit untuk menjadi pilihan. Hati anda benar-benar jiwa seorang Raja. Hamba yakin suatu saat nanti ...."
"Yaa suatu saat nanti ... kami akan bersama kembali," sela Raja Alderts tersenyum dan ia berbalik berjalan. Di hatinya sudah benar-benar merasakan lega, ketika semua isi perasaanya sudah diungkapkan kepada gadis yang dicintainya.*
Kini beralih ke sebuah taman wisata "Blue Jungle" di sana masih terlihat beberapa anggota menunggu kedatangan yang di harapkan mereka semua. Waktu sudah hampir habis sejak awal masuk kapten Indra ke dalam dimensi dunia lain.
Waktu 48 jam kini sudah hampir habis. Yoga, Kris dan juga yang lainnya terlihat khawatir.
"Ini sudah hampir tidak ada waktu lagi, apakah kita harus meminta bantuan ke atasan?!" ujar Edwin terlihat cemas.
"Kamu paling dekat dengan kapten, tentunya lebih banyak tahu tentang bagaimana cara kapten menyelesaikan misi," ucap Kris.
"Yaa ... aku memang tahu tentang bagaimana kapten dalam menyelesaikan misinya. Tapi, hal ini berbeda! ini menyangkut sebuah dimensi dunia lain, sekalipun aku mengajak Ricky kesini belum tentu juga akan ...."
Suara desiran angin tiba-tiba mereka rasakan dan semua yang ada di sana kini mulai melihat sebuah cahaya dan dinding portal dimensi terbuka. Sosok Ricky keluar dari dalam dimensi, di ikuti oleh kapten Indra dari belakang. Pegangan erat sampai berujung pada Fresia paling belakang, semua anak remaja yang hilang kini sudah ditemukan dan misi pun berhasil diselesaikan tepat waktu.
Fresia dan teman-temannya meneteskan air mata kegembiraan ketika bisa kembali lagi ke dunia asal. Ricky melihat remaja-remaja itu yang hampir seusianya hanya bisa tersenyum tipis dan ia juga merasa bersyukur bisa melakukan hal kebaikan lagi. Anggota Indra yang berempat itu terlihat bersemangat karena mereka mendapatkan pengalaman luar biasa ketika bersama kapten di dunia lain.
"Kau? kenapa bisa ada di sini, hmm?" tanya Indra melirik kearah Edwin.
"Lapor Kapten! saya membawa Ricky kemari atas kehendak Yoga dan Kris," jawab Edwin sembari memberi hormat kepada Indra
Tatapan tajam Indra kini mengarah kepada Yoga dan Kris, sampai membuat kedua anggota kepercayaannya itu menjadi salah tingkah. Indra menghampiri mereka berdua dengan ekspresi wajah dinginnya dan di luar dugaan Indra merangkul keduanya dan tertawa hingga Yoga, Kris pun juga ikut tertawa.
"Kalau bukan karena inisiatif kalian semua membawa Ricky kemari ... mungkin aku yang ada di dalam sana tidak akan bisa selamat dari pertarungan dahsyat itu," ungkap Indra.
Fresia menatapi portal dimensi yang masih belum tertutup.
"Ada apa? kamu ingin kembali kesana?" tanya Ricky memperhatikan Fresia.
Fresia sempat melamun, ungkapan Raja Alderts masih terngiang di telinganya. Sebelumnya belum pernah ada yang berani mengatakan cinta padanya. Di balik insiden ini Fresia mendapatkan sesuatu yang luar biasa bahkan merasakan debaran asmara di hatinya. Fresia mengelus gelang pusaka yang melingkar di pergelangan tangannya, tiba-tiba saja cahaya memancar di gelangnya dan merubah wujud menjadi peri kecil bersayap memiliki parah cantik.
Ricky juga melihat kejadian itu hingga membuatnya tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya kali ini. Tangan usil Ricky mencoba menyentuh peri kecil itu dengan jari telunjuknya, namun Fresia langsung memukul pelan tangan Ricky.
"Tidak boleh menyentuhnya!" seru Fresia dengan bibir maju.
"Kenapa ...?" tanya Ricky tidak paham.
"Hey! apa yang sedang kalian berdua lakukan?!" tegur Indra memanggil untuk berkemas segera.
Ricky berjalan terlebih dulu menyusul Ayah angkatnya, sedangkan Fresia sebelum berjalan dia kembali menoleh kebelakang berharap bisa bertemu kembali dengan sang Raja Alderts.