"Rora udah sadar, Dev. Dia kembali. Dia kembali untuk kita semua. Akhirnya penantian kita membuahkan hasil yang sangat memuaskan." Mendengar penuturan Rachel, Deva tak kuasa untuk menahan beban tubuhnya lagi. Dia meluruh ke lantai. Kakinya seakan berubah menjadi jeli yang lembek. Dia menunduk. Seluruh tenaganya benar benar tersedot habis karena perasaan takut dan cemas yang baru dia rasakan. Bahkan sekarang jantungnya masih berdetak dua kali lipat lebih cepat. Deva mengepalkan tangan. Satu tetes air mata meluncur bebas bersamaan dengan seukir senyum yang tampil di bibirnya. Dia sangat senang. Sungguh Ya Tuhan! gumam Deva dalam hati. Dia terus menggumamkan kalimat kalimat syukur yang tak pernah bosan di ucapkan dalam hati. Tidak pernah ada rasa bah

