Saat ini aku sedang berada di sebuah ruangan berhawa dingin yang berdominan abu-abu. Duduk tegang menghadap seorang pria yang tengah menatapku dengan intens. Jarak kami hanya terbatas meja kaca yang diatasnya ada sebuah papan nama yang bertulisakan. "DIREKTUR UTAMA" Alvian. Siapa lagi? Satu jam yang lalu, entah apa yang ingin Alvian sampaikan padaku. Dia memintaku untuk datang ke ruangannya lewat interkom yang tersambung di ruanganku. Karena pada saat itu aku masih menangani pasien, aku mengesampingkan niat untuk menemui Alvian. Setelah semuanya beres, aku segera mendatangi ruangan direktur utama. Tapi yang ku dapatkan disini hanyalah keheningan. Bahkan suara detikan jam dinding pun terdengar jelas di telingaku. 5 menit aku diam. Menunggu Alvian berbicara. Namun sampai detik ini Alvian

