Aku meneliti setiap inci wajah dua anak perempuan yang duduk berseberangan denganku secara bergantian. Wajah mereka masih terlihat sangat imut. Keduanya memiliki pipi yang chubby seperti bakpao yang membuatku gemas ingin mencubitnya. Namun ada hal ganjal yang menarik perhatianku. Wajah salah-satu dari mereka terlihat sembab. Ada bekas air mata yang sudah mengering. Namun aku langsung terpaku pada sebuah noda darah di kening anak itu. "Anak manis, kenapa kalian datang kesini? Mana orang tua kalian?" tanyaku dengan nada lembut. Aku sedikit mencondongkan tubuh ke depan. Badan mereka yang kecil, membuatku tidak leluasa untuk memperhatikan mereka. Aku mendesah dalam hati. Tidak habis pikir bagaimana bisa ada orang tua yang tega membiarkan anak sekecil ini untuk datang ke rumah sakit sendiri

