Beban berat yang selama perjalanan aku tanggung menguar begitu saja setelah melihat seorang wanita tengah bersandar di ranjang pesakitan bersama beberapa orang yang sangat aku kenal. "Bunda.." panggilku lirih namun tersirat kelegaan yang luar biasa saat mengetahui kondisinya yang baik-baik saja. Senyum tulusnya sudah menjelaskan semuanya. Rasa sesak yang sedari tadi menghimpit dadaku, hilang bersamaan dengan tenaga yang kumiliki. Mataku mengabur. Seluruh badanku terasa lemas. Rasa panik yang sebelumnya aku rasakan membuat tubuhku menjadi tak berdaya. Bahkan sekarang, kakiku tak ubahnya hanya sebuah jelly yang tidak bisa menahan berat badanku sendiri. Jika seandainya tak ada orang dibelakang yang menahanku, mungkin saat itu juga aku akan langsung jatuh ke lantai. "Kamu nggak papa?" Bis

