Aku tidak mengerti mengapa 1 bulan yang lalu aku mengambil keputusan sebesar itu. Merahasiakan pada orang yang melahirkanku kalau putri satu-satunya ini sudah bertunangan dengan orang yang selama ini menjadi sumber kesakitan dan penyesalannya. Tapi, seperti tidak terjadi apa-apa. Kehidupku kembali berjalan normal seperti hari-hari sebelumnya. Aku dengan rutinitasku yaitu menjadi dokter gigi untuk menolong anak-anak yang mengalami masalah pada giginya. Tidak ada yang berubah walaupun kami sudah bertunangan. Karena selepas hari itu sampai sekarang, aku sama sekali tidak pernah bertemu Deva. Lagipula aku tak mengharapkan apapun, termasuk mengharapkan jika sikapnya akan kembali seperti dulu lagi. Aku sadar pertunangan ini terjadi karena keadaan genting yang mengharuskanku menggantikan posisi

