"Apa yang barusan kau ucapkan, berengsek??!!" Mendengar geraman penuh amarah itu, akupun langsung tersadar dari rasa keterkejutanku. Kurasa tangan Deva sudah tidak lagi menggenggam pergelangan tanganku. Tapi ... seketika mataku membola kala melihat Alvian yang tengah mencengkram kerah kemeja Deva. Tatapan tajamnya menghunus ke depan menatap Deva penuh peringatan. Dan hal itu membuatku teringat akan kejadian beberapa tahun lalu. Tak ingin melihat Alvian bertindak di luar batas yang justru akan membuat keadaan semakin kacau, aku segera menghampiri mereka. Namun baru 4 langkah aku berjalan, Deva dengan kasar menyentak tangan Alvian yang berada di kerah jasnya. Membuatku spontan terhenti dan beringsut mundur melihat sorot matanya yang memandang Alvian dengan tatapan tak kalah tajamnya. "Jang

