Dua manusia dewasa berbeda jenis kelamin tengah duduk di sebuah bar ternama di Seattle. Keadaannya hening karena tidak ada percakapan khusus yang membuat suasana menjadi hidup. Juga suasana bar yang sepi karena tak banyak orang yang mengunjunginya, mengingat saat ini adalah jam kerja. Sang wanita menatap seorang bartender laki-laki yang tengah membelakanginya. Dia duduk santai dengan kaki kanan di tumpukkan di kaki kiri. Iris biru lautnya mengamati pergerakan tangan sang bartender yang tengah meracik minuman pesanannya. Bertender itu berjalan ke arahnya dan meletakkan sebuah gelas berisi moktail, satu gelas kosong, dan satu botol berwarna merah pekat di counter desk--meja pemisah antara bartender dan para tamu. Bertender itu menancapkan sebuah kotrek di atas tutup botol lalu memutarnya

