Dengan wajah yang memerah, Emily berjalan menuju ruang yang berada tepat di sebelah ruangannya. Tangan kanannya membawa sebuah map. Sedangkan tangan kirinya mengepal menahan geram. Tanpa mengetuk dan meminta izin pada sang pemilik ruangan, Emily langsung membuka pintu itu kasar. Dia menerobos masuk tanpa persetujuan dari sang pemilik ruangan. "Apa yang kau lakukan, Jo!?" sentak wanita berusia 27 tahun itu. Dia berjalan tidak sabaran menghampiri pria yang menjadi dalang dari kemarahannya. "Kenapa kau mengambil keputusan besar tanpa meminta persetujuan dariku!?" bentak Emily lagi. Dia menatap tajam pria yang tengah duduk di kursi dengan pandangan menghadap komputer. Jonathan menghentikan pekerjaannya. Dia cukup terkejut dengan kehadiran Emily yang tiba-tiba dan masuk tanpa permisi. Tapi

