Chapter 37

1534 Kata

Sejak awal seharusnya aku tahu, Rachel tidak mungkin diam saja. Pasti dia akan memberitahu Deva mengenai teror itu. Sebenci-bencinya Rachel, aku yakin dia masih memiliki setitik kepedulian padaku. Terbukti dengan kedatangan Deva beberapa hari setelah pertemuanku dengannya. Siang itu, Deva kembali datang dengan wajah yang sulit diartikan. Tanpa basa-basi, dia langsung menanyakan masalah yang sedang menimpaku. Awalnya aku tak mengerti. Tapi ketika dia menyinggung soal teror itu. Aku terkejut, namun memilih diam dan berniat mengalihkan perhatiannya, namun nyatanya gagal. Deva terus mencerca dengan pertanyaan yang membuatku tak bisa berkutik, layaknya seorang pencuri yang tertangkap basah. Hingga pada akhirnya, aku menyerah dan terpaksa menceritakan semuanya pada Deva. Mengatakan bahwa kecel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN