Sekelebat bayangan masa kecil dan remajaku tiba-tiba berputar layaknya sebuah tayangan kaset film yang rusak. Semua hal-hal yang dulu aku anggap biasa kini terasa janggal dan masuk akal. Semua yang dulu tidak pernah aku sadari, kini terasa realistis dan saling berhubungan. Termasuk sikap dan perhatian papa yang terlalu berlebihan pada Dania yang baru aku sadari ada keanehan yang tertutupi oleh sikap supel Papa ke semua sahabatku. Sejak aku menjalin pertemanan dengan Dania, Rachel, dan Vana, papa memang sangat menyayangi mereka. Papa sudah menganggap mereka seperti anaknya sendiri. Setiap kali pulang dari perjalanan bisnis entah itu dari luar negeri atau dalam negeri, pasti ada saja oleh-oleh yang selalu beliau bawakan untuk kami. Tapi kini aku menyadari kalau porsi perhatian yang Papa b

