Senyap dan sunyi adalah hal pertama yang menyambutku ketika mencoba membuka mata yang terasa berat. Tak ada satupun suara manusia hingga membuat keadaan semakin hening dan mati. Hanya suara bunyi nyaring yang dihasilkan oleh alat-alat canggih menjadi satu-satunya penghasil suara dalam ruangan ini. Cahaya putih dari lampu yang silau membuatku harus mengerjapkan mata beberapa kali untuk menyesuaikan keadaan sekitar. Aku meringis kesakitan kala rasa sakit tiba-tiba menghantam seluruh tubuhku. Badanku terasa sangat lemah. Ototku terasa kaku dan sulit digerakkan. Aku mendesah kasar. Mencoba lagi dan ternyata gagal, aku menyerah. Yang bisa kulakukan saat ini hanya diam terlentang dengan keadaan tak berdaya. Aku menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong, namun pikiranku terus berkelana

