Chapter 15

1032 Kata

Hilya, Feni, dan Lila sudah bangkit dari duduknya, semenit yang lalu bel pertanda istirahat sudah berbunyi. Anak-anak di kelas pun sudah berhamburan menuju surganya dunia saat jam istirahat sekolah, kantin.             Feni dan Lila saling lirik saat melihat kotak bekal yang ada di genggaman Hilya. Baru saja kemarin mereka berpikir kalau Hilya sudah insyaf memberikan bekal untuk si triplek yang berhati batu itu, tapi ternyata hari ini gadis itu kembali membawakan Davren bekal.             Mereka pikir saat Hilya berkata Bi Lesta sakit dan gadis itu bangun kesiangan hanyalah dalil karena sebenarnya Hilya sudah lelah memberikan Davren bekal, ternyata tidak.             "Eh, gue boleh ikut kalian?" Resty lebih memilih menatap Hilya saat bertanya karena jika ia bertanya pada Feni atau Lila

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN