Chapter 16

1051 Kata

"Hilya, gue nggak papa 'kan pulang bareng Davren? Soalnya 'kan tadi gue berangkatnya sama dia, terus rumah kita searah juga."             Bel pertanda pembelajaran selesai sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu dan guru pengajar di kelas itu pun sudah keluar beberapa detik yang lalu membuat seisi kelas ricuh rebutan keluar dari kelas lebih dahulu.             Menyisakan empat gadis yang memasang mimik wajah yang berbeda.             Gerakan tangan Hilya yang memasukan buku-buku ke dalam tasnya terhenti sesaat, saat mendengar ucapan Resty. Untuk apa Resty meminta izin, Hilya bahkan tidak memiliki hak untuk berkata selain 'ya'.             Terlebih seseorang yang nantinya akan mengantar Resty itu sudah tiba dan berdiri di depan pintu kelas bersama Adlan, Adlen, dan Aaric.         

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN