Chapter 30

1859 Kata

            Menyesal!             Bahkan kata itu tidak dapat menjabarkan perasaan Davren saat ini, bayang-bayang Hilya yang menangis dalam pelukan Adrian, rasanya Davren ingin membunuh siapa pun yang menyentuh Hilya. Tapi ia sadar, saat ia menorehkan luka pada seorang gadis, maka ia harus siap jika ada orang ketiga yang masuk untuk mengobati si gadis.             Davren tidak memiliki pembelaan atas banyak kesalahan yang ia lakukan, tapi apakah terdengar egois jika ia berharap si gadis mau memberikannya kesempatan kedua?             Ia benar-benar tidak menyangka wanita yang selama ini ia pikir sebagai malaikat penolong yang akan membantunya mewujudkan cita-cita serta menemukan orang tuanya. Tidak lebih dari iblis betina yang merangkap dalam tubuh seorang Ibu, memakai dalil kejahatan y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN