Chapter 18

1083 Kata

Kedekatan Davren dan Resty benar-benar memuakkan, bukan hanya di mata Feni dan Lila. Namun, di mata semua anak-anak Almo. Bagi mereka Resty hanyalah perusak yang bersembunyi di balik status pertemanannya.             Tapi apa yang bisa mereka lakukan saat si korban—Hilya—saja diam, gadis berhati malaikat itu seakan tidak terganggu sama sekali saat Resty menyuapi Davren bakso.             Bukan hanya pada Davren, Resty juga mulai lancang berdekatan dengan Adlan, Adlen, dan Aaric. Perempuan sendiri duduk di antara empat cowok, tidak aneh jika yang duduk adalah si peri cantik Almo, tapi yang duduk di antara para cogan itu justru si penyihir Almo.             Entah sejak kapan, Resty sudah mendapat julukan penyihir. Meski tidak ada yang berani mengucapkannya secara terang-terangan karena si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN