48. Bujuk Rayu

1085 Kata

Rara sedang membaca novel ketika suara ketukan pintu kamarnya terdengar. Tak lama kemudian, suara Lizasya samar-samar memasuki gendang telinganya. “Rara, ada tamu yang nyari kamu di bawah!” Rara menoleh sebentar ke arah pintu yang masih tertutup sembari mengangkat alis. Dia menutup novel yang dulu dibelinya bersama notes dan beringsut turun dari kasurnya. “Siapa, Ma?” tanya gadis itu ketika membukakan pintu. Lizasya tak langsung menjawab. Dia menatap putrinya itu dari atas sampai bawah dengan gelengan kepala. “Nggak tahu juga, Mama nggak kenal cewek itu.” “Cewek?” Lizasya mengangguk. “Kamu kucel banget, Nak. Cuci muka dulu, deh, sebelum ke bawah. Nanti biar Mama bilangin ke cewek itu supaya menunggu sebentar.” “Nggak bisa tanyain aja keperluannya apa, Ma? Rara mager mau turun ke baw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN