Avin sudah frustrasi diputusin Rara dan sekarang adiknya yang super-duper bawel, menyusul masuk ke dalam kamarnya dengan mendobrak pintu sembari misuh-misuh. “Gimana ceritanya bisa putus, sih, Bang?!” tanya Vika ngegas. Bukannya menjawab, Avin malah membuka jaketnya membuat Vika spontan menutup mata. “Apaan, sih, Bang! Vika ada di sini, tahu!” “Buka jaket, doang, Nyet!” Avin ikut ngegas. Vika membuka matanya lalu mendengus keras. Kakaknya itu hanya berniat melepas jaketnya dan menyisakan kaos hitam. Ia mendekati kakaknya itu namun Avin justru mengibaskan tangannya menyuruhnya keluar. “Keluar, deh. Abang mau mandi dulu, gerah tahu!” usirnya. “Jawab dulu pertanyaan Vika!” “Yang mana?” “Kenapa putus sama Kak Rara?” “Kepo! Udah sana, cepetan keluar!” Avin membalikkan badan adiknya d

