27. Sisi yang Kalah

1694 Kata

Setelah memarkirkan mobilnya, Avin segera menghampiri Shinta dan Kevin yang tengah berbincang di parkiran motor. “Sorry ganggu, guys. Rara ke bagian ICU?” sapa Avin sekaligus bertanya. Shinta mendongak lalu mengangguk, “Iya. Udah lumayan lama, kayaknya dia masih di sana, deh.” “Oke, thanks, ya!” cetus Avin lalu segera berjalan menuju tangga, tak ingin mengganggu keduanya. Pemuda itu memutuskan naik tangga saja, ia sudah trauma naik lift lagi. Namun, baru satu anak tangga, tungkainya mengerem refleks ketika telinganya mendengar suara isakan gadis. “Itu nggak mungkin hantu, ‘kan?” Avin bertanya pada dirinya sendiri mengingat hari sekarang sudah pagi. Ia mendongak ke atas dan melanjutkan langkahnya dengan tempo lebih lambat dan berusaha agar tak menimbulkan suara. Avin lantas mematung s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN