Sesampai di kamarnya, Rara tak langsung mandi. Dia menaruh paperbag-nya diatas meja rias lalu merebahkan diri di tempat tidur sembari memeluk boneka kelinci itu. Bibirnya membentuk senyuman ketika mengingat perkataannya sendiri yang membuat Avin memeluknya erat. Setelah Rara pikir-pikir, hatinya jauh lebih plong setelah menerima Avin lagi. Tidak ada rasa penyesalan dan sejenisnya. Diangkatnya boneka putih itu tinggi – tinggi. Mata Rara menatap mata boneka itu lekat – lekat. Ia lantas menggoyangkan hadiah dari Avin itu dengan gemas lalu tertawa sendiri. Rara bangun dari tidurnya ketika mengingat Shinta yang cukup berperan penting dalam hubungannya dengan Avin. Kabar baik seperti ini tak bisa ia simpan lama-lama dari Shinta. Tangannya menarik tasnya dan merogoh isinya mencari ponselnya unt

